Suara.com - Menyimpan harta dalam bentuk saham adalah salah satu cara untuk memperoleh profit, termasuk para artis. Deretan saham yang dimiliki artis juga bisa menjadi gambaran, bahwa meskipun sudah menjadi sultan mereka tetap butuh menambah pundi-pundi rupiah.
Beberapa artis mulai membeli saham di perusahaan-perusahaan tertentu. Pemain sinetron Raffi Ahmad hingga penyanyi Raisa pun ikut meramaikan nama-nama artis yang membeli saham. Berikut penjelasannya.
1. Raffi Ahmad
Raffi Ahmad diketahui berinvestasi saham di MCAS sejak Januari 2021 silam. MCAS merupakan kode saham untuk PT M Cash Integrasi Tbk yang merupakan anak usaha pengelola dana investasi PT Kresna Graha Investama Tbk. Raffi menyatakan bahwa investasi saham merupakan jenis investasi yang menjanjikan.
Meski belum lama, Raffi mengaku pernah memperoleh imbal hasil 300% dari saham yang pernah dia investasikan. Dari sana, Dia menyimpulkan bahwa invastasi saham lebih menjanjikan ketimbang emas maupun properti.
2. Raisa
Penyanyi Raisa juga menjadi artis yang gemar berinvestasi saham. Sejak 2014 dia mencatatkan nama sebagai nasabah Mandiri Sekuritas. Hingga kini investasi saham tersebut dilakukukan pelantun tembang Anganku Anganmu ini dengan rutin dari sebagian penghasilannya.
3. Ari Lasso
Masih dari dunia musik, penyanyi senior Ari Lasso juga menjadi salah satu pemain saham untuk meningkatkan pendapatan. Bahkan, mantan vokalis Dewa 19 ini sudah 13 tahun berkecimpung di dunia saham. Tepatnya sejak 2009. Sama seperti Raffi Ahmad, Ari Lasso menyebutkan bahwa dia tertarik berinvestasi saham melalui MCAS.
Baca Juga: Penyebab Saham BBCA Ambles di Perdagangan Hari Ini, Masih Layak Serok?
4. Aura Kasih
Penyanyi Aura Kasih dikenal suka berinvestasi. Meski tak pernah menyebut secara rinci di mana dia manaruh sebagian besar hartanya, Aura Kasih mengakui bahwa dirinya bermain saham, reksadana, dan valuta asing. Aura Kasih juga menginvestasikan sebagian hartanya lewat jalur investasi properti.
5. Piyu Padi
Gitaris grup band Padi, Piyu, juga telah lama bergelut di dunia investasi saham, tepatnya sejak tahun 2003. Piyu menginvestasikan sebagain penghasilannya lewat ngeband bersama Padi. Asam garam dunia investasi pun pernah dirasakan Piyu. Pria berambut gondrong ini pernah kehilangan 80.000 dolar di tabungan investasi akibat krisis moneter yang dialami Indonesia dalam kurun waktu tersebut.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Sempat Ribut Soal Kasus Dugaan Pelecehan Agama, Nikita Mirzani Temui Ustaz Das'ad Latif
-
Pajak Kripto Resmi Berlaku, Zipmex Tanggung Pajak Pengguna Hingga Mei 2022
-
Luhut Sebut Strategi Pemerintah Berhasil Turunkan Jumlah Pengangguran
-
Kekayaan Sandiaga Uno Berkurang Rp679 Miliar dalam Sehari, Ini Penyebabnya
-
Penyebab Saham BBCA Ambles di Perdagangan Hari Ini, Masih Layak Serok?
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Profil Moody's Rating dan Dampaknya Terhadap Bursa Saham Indonesia
-
Panduan Lengkap Cara Daftar Antrian KJP Pasar Jaya 2026 Secara Online
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?