Suara.com - Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menanggapi ucapan Politisi PDIP Masinton Pasaribu yang menyebut BUMN seperti partai politik, karena banyak memajang foto Menteri BUMN Erick Thohir di ATM-ATM bank BUMN.
Arya tidak ambil pusing dengan ucapan Masinton tersebut. Menurutnya, foto-foto Erick Thohir yang dipajang di ATM-ATM bank BUMN sudah lama, dan hanya untuk mengkampanyekan program Akhlak.
Terlebih, ia menjamin, foto-foto yang dipajang tidak bisa menaikkan elektabilitas Erick Thohir untuk menjadi Capres/Wapres 2024.
"Masinton sebagai orang politik tahu itu. Jadi nggak ada ngaruh, kalau ATM sudah lama banget sejak ada Akhlak, kecuali baru-baru dibikin. Ini nggak ada urusan. Masinton tau banget bahwa foto tidak ngaruh elektabilitas," ujarnya saat berbincang dengan awak media di Kawasan Sarinah, Selasa (17/5/2022).
Saat ini, tutur Arya, Erick Thohir tengah fokus membenahi BUMN-BUMN agar programnya bisa dirasakan hingga masyarakat kelas bawah. Selain itu, Erick Thohir juga terus melanjutkan transformasi di BUMN-BUMN.
"Jadi Pak Erick Thohir itu fokus kerja saja. masak ada menteri turun ke level bahwa dilarang, kita senang lah, kalau banyak apa boleh buat, karena BUMN-nya banyak," ucap dia.
"Nanti ketika beliau, ngomongin minyak curah, dia turun lalu dibilang lagi pencitraan bagaimana dong, pasti beliau cek nggak mungkin nggak dicek." Arya menambahkan.
Sebelumnya, Politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menyinggung Kementerian BUMN seperti partai politik yang mendukung menterinya mencalonkan untuk maju di Pilpres 2024.
Terlebih Masinton menyoroti Kementerian BUMN yang lebih banyak memajang foto menteri dibandingkan foto Presiden Joko Widodo.
Baca Juga: Erick Thohir Kampanye Colongan di Kegiatan BUMN, Arya Sinulingga: Mau Nggak Mau
Diketahui Kementerian BUMN saat ini dipimpin oleh Erick Thohir.
"Tetapi ada ya ini jangan-jangan jadi partai sendiri nih gitu loh. Partai BUMN umpanya, di mana-mana majang foto menteri BUMN, goalsnya jelas nggak usah dikamuflase lagi, goalsnya jelas menggalang dukungan untuk capres atau calon wakil presiden dan nggak mau berpartai politik," ujar Masinton dalam Polemik Trijaya 'Kasak Kusuk Koalisi Partai dan Capres 2024, Sabtu (14/5/2022).
Menurutnya, tak boleh ada menteri yang narsis dan memanfaatkan kementerian seperti parpol. Terlebih foto menteri yang dimaksud Masinton selalu muncul di atm-atm BUMN.
"Itu nggak boleh ada (yang narsis), itu cemen itu, partai BUMN, dia memanfaatkan BUMN seperti parpol. Di mana-mana fotonya mejeng, bahkan sampai ke ATM, kalau mau ke ATM nunggu penampakkan dulu, itu memperlambat transaksi dan katanya mau bantu masyarakat, kita masuk atm percepat transaksi, diperlambat karena ada penampakan wajah," tutur Masinton.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya
-
BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata
-
Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap
-
Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?
-
Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat
-
Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai
-
Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?
-
Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026