Suara.com - Adanya sejumlah perusahaan dan investor yang tetap melirik PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang mempertahankan investasi mereka lantaran percaya pada prospek emiten tersebut.
Pengamat pasar modal Reza Priyambada menilai, investasi yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan terhadap GoTo, kiranya perlu dipisahkan antara investasi dalam bentuk penyertaan terhadap bisnis dan investasi dalam bentuk non bisnis.
Investasi yang dimaksud digambarkan sebagai jika adanya pihak yang berinvestasi di bisnis perusahaan, sehingga investor tidak terlalu melihat apakah harga saham di pasar naik atau turun.
Hal itu seperti dilakukan Telkom, di mana melihat potensi masa depan dan kolaborasi untuk meningkatkan nilai perusahaan.
"Yang penting, perusahaan yang dipilih untuk investasikan masih berjalan dan terus mengembangkan bisnisnya. Concern-nya ialah kepada kelangsungan bisnis dan pengembangan maupun ekspansi bisnis yang dilakukan," ujar Reza lewat keterangan di Jakarta, kemarin.
Namun, jika investasi non bisnis, lebih melihat ke imbal hasil atau return jangka pendek yang bisa diambil alias ada target return yang hendak dicapai.
Alhasil, sebuah perusahaan atau seseorang yang berinvestasi tidak perlu tahu bagaimana bisnis yang dijalankan atau bagaimana cara mereka untuk mengembangkan maupun ekspansi bisnis.
"Yang diperhatikan ialah apakah saham tersebut naik atau turun karena berpengaruh pada hasil investasinya," kata Reza.
Perusahaan yang berinvestasi di GoTo bukan melihat kenaikan harga saham dalam jangka pendek tapi bisnis jangka panjangnya.
Baca Juga: Telkom Dinilai Tepat Masuk ke Bisnis Data Center Melalui NeutraDC
Seperti investasi yang dilakukan Telkom di GoTo yang dinilai lebih terkait dengan potensi di masa depan yang mengedepankan sisi kolaborasi yang saling menguntungkan di antara kedua belah pihak. Harapannya sama-sama mengerek kinerja dan memberi manfaat luas kepada masyarakat.
"Dengan melihat gaya investasi yang mereka lakukan, seperti Telkom, saya melihatnya lebih memperhatikan going concern dari bisnis yang dilakukan dan bagaimana ekosistem bisnis mereka bisa bertumbuh. Dan orientasi mereka tentunya ialah jangka panjang, bukan hitungan harian atau mingguan," ujar Reza.
Sehingga, perusahaan yang berinvestasi di perusahaan lain, biasanya lebih memiliki horison jangka panjang. Seperti terbukanya peluang pengembangan bisnis yang bertujuan untuk menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus juga menaikkan nilai perusahaan di masa depan.
Kinerja harga saham GOTO setelah melantai di bursa masih dinamis naik dan turun di bawah harga IPO. Sehingga untuk sementara waktu, nilai investasi sejumlah perusahaan di GoTo ikut terpengaruh, seperti yang dialami PT Telkom dan juga Astra.
Namun, jika melirik pergerakan saham GOTO hingga hari ini, maka GOTO termasuk saham yang sangat atraktif. Tercatat pada Jumat (20/5/2022) kemarin ditutup pada angka Rp304 per saham, naik dibanding pembukaan pagi Rp280 per saham. Jika tren tersebut mampu bertahan dan terus naik, maka prospek cuan pun kembali muncul.
Berita Terkait
-
Jauhkan Anda dari Kerugian, Ini Cara Berinvestasi yang Benar
-
Investasi di Goto Bukan Cari Cuan Harian atau Mingguan tapi Prospek ke Depan
-
Viral Video Satu Keluarga di Bekasi Mengamuk Diduga karena Ditagih Uang Investasi, Publik Ingatkan Soal Alam Kubur
-
Lewat Metode Hybrid Learning, Zenius Berkomitmen Bangkitkan Pendidikan Indonesia
-
Telkom Dinilai Tepat Masuk ke Bisnis Data Center Melalui NeutraDC
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz
-
Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura
-
Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim
-
Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang
-
Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM
-
Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi
-
Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Harga
-
Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo
-
BRI Siap Sedia Layani Nasabah Lebaran 2026: 627 Ribu E-Channel Aktif Layani Nasabah 24 Jam
-
[HOAKS] Presiden Prabowo Resmikan KUR BRI Tanpa Agunan