Suara.com - Harga emas dunia menguat pada perdagangan Senin, setelah dolar kembali mengalami pelemahan.
Sementara itu investor mengabaikan ekspektasi mereka terhadap pengetatan kebijakan moneter agresif lebih lanjut di Amerika Serikat oleh The Federal Reserve (The Fed).
Mengutip CNBC, Selasa (31/5/2022) harga emas di pasar spot naik tipis 0,1 persen menjadi USD1.854,49 per ounce. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat bertambah 0,04 persen menjadi USD1.858,00.
Harga emas berada di jalur untuk mencatat penurunan bulanan kedua berturut-turut.
Indeks Dolar (Indeks DXY) mencapai level terendah lebih dari satu bulan, membuat emas lebih murah bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.
Sementara itu, imbal hasil US Treasury 10-tahun ditutup pada sesi Jumat sedikit di atas level terendah enam minggu.
"Jika kekhawatiran ekonomi lebih lanjut membebani hasil, emas dapat mengambil keuntungan sekali lagi, dengan USD1.870 menjadi ujian pertama dan kemudian USD1.900," kata Craig Erlam, analis OANDA.
"Sentimen di pasar tetap sangat rapuh tetapi selama fokusnya adalah pada memburuknya prospek ekonomi daripada kenaikan suku bunga tambahan yang sudah diperhitungkan, emas dapat terus berkinerja baik." Tambah Craig.
Kini, investor memperkirakan perlambatan dalam pengetatan kebijakan moneter AS setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga pada pertemuan Juni dan Juli.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun di Akhir Mei Jadi Rp 985.000/Gram
Namun, Gubernur Federal Reserve Christopher Waller, Senin, mengatakan bank sentral harus siap untuk menaikkan suku bunga setengah poin persentase pada setiap pertemuan mulai sekarang sampai inflasi terkendali dengan pasti.
"Perdagangan emas pada potensi jeda Fed lebih dari satu tahun di cakrawala bukanlah proposisi yang menarik bagi money manager, terutama karena pengetatan kuantitatif terus melemahkan likuiditas dari pasar," kata analis TD Securities.
Kendati emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi dan penyimpan nilai yang aman selama ketidakpastian politik dan keuangan, suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.
Sementara itu, harga perak di pasar spot turun 0,6 persen menjadi USD21,96 per ounce, platinum naik 0,2 persen menjadi USD955,66 dan paladium merosot 1,2 persen menjadi USD2.038,03.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Penjualan Turun, IKEA Pangkas 800 Karyawan
-
Daftar Harga BBM di Tengah Konflik Global, Stabil saat Arus Balik Lebaran 2026
-
Emas Antam Masih Murah Meriah, Harganya Cuma Rp 2,8 Juta/Gram
-
Banyak Pemudik saat Lebaran Bikin Kinerja Industri Asuransi Perjalanan Melonjak
-
Naik Whoosh Saat Lebaran, Bisa Dapat Diskon Hotel hingga Wisata Gratis
-
Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Membludak, Menhub Sarankan Mudik Balik Lebih Awal
-
Perhatian Pemudik! Jangan Pulang dari Kampung Tanggal 24-28-29 Jika Tak Mau Macet
-
Harga Minyak Dunia Makin Terbang Imbas Iran Mau Tutup Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu
-
Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026, Akses Tol MBZ Terapkan Buka Tutup, Ini Dampaknya bagi Pengendara
-
Harga Bitcoin Turun Akibat Ancaman Perang AS-Iran, Kembali ke Level 60 Ribu Dolar!