Suara.com - Pemprov Riau mengusulkan pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) ruas Dumai-Baganbatu-Sigambal mulai 2023 menyusul adanya uji publik perubahan peraturan presiden (perpres) jalan tol.
"Dalam perubahan perpres itu, jalan tol di Riau sudah masuk semua, di mana untuk Tol Pekanbaru-Pangkalan masuk tahap satu, sama dengan Pekanbaru-Dumai. Sedangkan, Tol Pekanbaru-Rengat dan Rengat-Jambi masuk tahap dua," kata Asisten II Setdaprov Riau, Job Kurniawan, Minggu (5/6/2022).
Ia menambahkan, dalam perubahan perpres jalan tol itu, pembangunan Jalan Tol Dumai-Baganbatu-Sigambal (Sumatera Utara) masuk dalam tahap tiga atau dimulai 2024.
Meski demikian, pihaknya berharap, agar jalan tol tersebut pembangunannya masuk dalam tahap dua atau dimulai 2023.
"Kita juga bernegosiasi dengan Pemprov Sumatera Utara dan kita sepakat mendorong agar pembangunan Jalan Tol Dumai-Baganbatu-Sigambal bisa masuk tahap kedua," kata dia, dikutip dari Antara.
Job melanjutkan, masuk tahap kedua, diharapkan pada 2023 bisa dilaksanakan penetapan lokasi (penlok) ruas tol tersebut, termasuk pelepasan lahan yang masuk kawasan hutan.
"Kalau bisa masuk tahap dua, maka Jalan Tol Dumai-Baganbatu-Sigambal ini dari awal sudah bisa dikerjakan, baik itu penlok, proses ganti rugi lahan, sehingga pekerjaan konstruksinya bisa dipercepat," ucapnya.
Menurut dia, keberadaan jalan tol dibutuhkan untuk menumbuhkan pusat industri baru beserta kawasan di jalur JTTS, menurunkan biaya logistik, mampu menyerap tenaga kerja, dan menyambungkan sentra-sentra perekonomian yang ada di Sumatera.
JTTS yang pembangunannya dimulai sejak 2015 direncanakan terbangun sepanjang 2.812 km dengan nilai investasi sebesar Rp538 triliun.
Berita Terkait
-
Puluhan Sapi di Riau Positif Terpapar Penyakit Mulut dan Kuku
-
Jaga Kelestarian Alam, Bupati Natuna Imbau Warga Tidak Buang Sampah ke Laut
-
Lima Jembatan Senilai Rp51 Miliar Dibangun Tahun Ini di Riau
-
Mayat Perempuan Sudah Kaku Ditemukan Meninggal di Kuantan, Dugaan Sementara Ada Bekas Gigitan Ular
-
Sebanyak 33 Ekor Sapi di Riau Terserang Penyakit PMK, Tiga Kabupaten Ini Dilarang Kirim Hewan Ternak
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026
-
Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi
-
BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa
-
BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik
-
Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM