Menurut Adhi S. Lukman, yang menjadi pembicara dalam ajang ini, memaparkan bahwa pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya tren perubahan perilaku konsumen.
Ungkapnya, banyak konsumen saat ini lebih memperhatikan tentang asal produk, kemasan, keamanan makanan, lebih menyukai home delivery, dan makanan yang meningkatkan imunitas.
“Mereka mengurangi jajanan pinggir jalan,” ucap Adhi.
Ia juga memaparkan berkembangnya tren baru, yakni plant-based food atau makanan yang berasal dari sumber-sumber nabati.
“Itulah tren terbaru di industri makanan dan minuman. Masyarakat kelas menengah ke atas cenderung memilih makanan yang lebih sehat dan kebanyakan untuk diet. Ini menjadi kesempatan bagi pelaku bisnis makanan dan minuman untuk melakukan inovasi agar dapat menyajikan makanan yang lebih sehat.” kata Adhi.
Untuk mengantisipasi perubahan tren tersebut, lanjut Adhi, para pelaku bisnis membutuhkan dukungan dalam bentuk kebijakan dan peraturan, termasuk inovasi dan teknologi, human capital yang kompeten, memiliki kemampuan yang mumpuni, dan dapat diandalkan.
“Kami juga memerlukan dukungan pemerintah dalam hal infrastruktur dan logistik,” tegasnya.
Isu lain yang dibahas dalam konferensi internasional kali ini adalah dampak pandemi terhadap wanita dan entrepreneurship. Andrea North-Samardzic memaparkan hasil risetnya. Kata North-Samardzic, pandemi lebih berdampak kepada wanita ketimbang pria.
“Namun, ini justru membuat wanita memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan melatih ketahanan asalkan mereka mampu melihat hal itu sebagai tantangan dan peluang,” tegas dia.
Baca Juga: PresUniv: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Jembatani Kesenjangan
Isu Entrepreneurship dan Family Business
Sementara terkait isu entrepreneurship, Gerard H. Dericks, memberikan beberapa tips untuk menjadi pengusaha yang sukses.
“Cobalah untuk menemukan hal yang dapat kita nikmati saat kita melakukannya. Lalu, lakukan usaha lebih yang lebih keras.” katanya.
Bagi para profesional yang ingin merintis karier sebagai pengusaha, Dericks menyarankan, fokuslah pada satu bisnis lebih dahulu dalam suatu waktu.
“Berhentilah bekerja sebagai profesional jika pendapatan dari wirausahanya sudah tiga kali lipat dari gajinya sebagai karyawan,” tegas Dericks.
Pada sesi entrepreneurship, Neil Towers memaparkan perlunya mendorong lebih banyak lagi pebisnis baru yang lahir dari lingkungan kampus. Towers juga menjelaskan tentang program Growing Indonesia – a Triangular Approach (GITA) yang sedang dikerjakannya. GITA, papar Towers, adalah sebuah konsorsium yang melibatkan tujuh perguruan tinggi dari Indonesia dan empat dari Eropa.
Pendekatan triangular yang diterapkan GITA mencakup pengembangan hubungan kerja sama yang efektif antara perguruan tinggi dan perusahaan, menanamkan jiwa kewirausahaan pada seluruh pemangku kepentingan di universitas, serta membangun perusahaan baru dari ide-ide dan inovasi yang berkontribusi pada ekonomi lokal maupun daerah.
“Ini dilakukan melalui growth hub yang didirikan kampus,” ungkap Towers.
Salah satu bentuk growth hub tersebut adalah SetSail BizAcell, sebuah inkubator bisnis yang didirikan pada tahun 2018 oleh PresUniv.
Pada sesi yang membahas tentang family business, baik Jacob Donald Tan maupun Anton Wachidin Widjaja sepakat bahwa bisnis keluarga perlu dikelola secara sistematis dan memiliki nilai serta aturan tersendiri. Kata Jacob, tradisi atau nilai adalah elemen dasar untuk umur panjang dan kesuksesan bisnis keluarga.
“Perlu ada nilai yang tertulis, karena itu berhubungan erat dengan kesuksesan. Ini juga bisa menjadi konstitusi keluarga. Mewujudkannya tidak mudah, tapi itu merupakan ajang rekonsiliasi dalam memelihara hubungan, menjaga harmoni dan sekaligus meningkatkan dinamika dalam bisnis keluarga,” tegas Jacob.
Konferensi ditutup oleh Suresh Kumar, Ketua Pelaksana ICFBE 2022. Ia melaporkan, selama Juni 2022 ada 115 konferensi internasional di Bali. Dengan begitu banyaknya konferensi internasional, bahwa ICFBE 2022 masih berhasil mendapatkan 134 makalah. Ia juga mengungkapkan bahwa untuk tahun 2023, ICFBE akan diselenggarakan di Hanoi, Vietnam. Semua peserta diundang untuk kembali berpartisipasi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Punya Jaringan Bisnis untuk Pencucian Uang
-
Menko Airlangga Kaji Harga BBM Khusus untuk Nelayan Berkapal Besar
-
B50 Jadi Juru Selamat, Sudah Cukup atau Ada PR Baru?
-
Yudha WK Putra Relawan Gibran Mendadak Viral Usai Diangkat Menjadi Komisaris Jasamarga Tollroad
-
BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor
-
BRI Hadirkan ORI030, Pilihan Investasi Aman untuk Bangun Portofolio
-
BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target
-
Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP
-
Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online