Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan diminta segera membuat regulasi baru untuk mempercepat ekspor CPO atau minyak mentah sawit.
Ketua Asosiasi Petani Kepala Sawit Indonesia (Apkasindo) Aceh Utara Kastabuna mengatakan, percepatan ekspor CPO tersebut untuk menormalkan kembali harga tandan buah segar (TBS) sawit.
"Kami meminta Kementerian Perdagangan segera menerbitkan regulasi ekspor CPO. Dengan adanya regulasi tersebut, ekspor minyak sawit mentah bisa dilakukan, sehingga harga sawit kembali membaik," kata Kastabuna.
Ia berpendapat, harga TBS saat ini mengalami penurunan signifikan. Untuk diketahui, harga TBS di tingkat petani Rp1.000 per kilogram. Padahal, harga sebelumnya Rp1.500 per kilogram.
"Padahal, sebelumnya petani sempat tersenyum karena harga sawit di atas Rp2.000 per kilogram. Dengan harga tersebut, membuat kesejahteraan petani meningkatkan. Namun, kini petani mulai kesulitan karena harga yang terus merosot," kata Kastabuna.
Anjloknya harga TBS sawit tersebut, kata Kastabuna, membuat petani lesu dan tidak bersemangat. Harga TBS sawit Rp1.000 per kilogram tidak mampu menutupi biaya operasional seperti perawatan tanaman maupun ongkos pekerja untuk memanen buah.
Kastabuna mengatakan belum adanya regulasi ekspor CPO membuat tangki di sejumlah pabrik kelapa sawit di Kabupaten Aceh Utara penuh dengan minyak mentah sawit. Dan ini dikhawatirkan pabrik tidak lagi menampung TBS sawit petani.
"Informasi yang kami terima, ekspor CPO mulai berjalan akhir Juli mendatang. Kami prediksi harga TBS sawit kembali naik ketika ekspor CPO atau minyak mentah sawit kembali berjalan," kata Kastabuna.
Berita Terkait
-
Geber Penyelidikan Kasus Ekspor CPO, Kejagung Periksa Direktur Kompersial PPI Andry Tan
-
Petani Sawit di Paser Ogah Panen Buah Karena Harga Anjlok: Ini Masalah Indonesia
-
Petani Mulai Menjerit, Harga Sawit di Aceh Utara Kian Anjlok
-
Harga Sawit Diprediksi Naik dalam Dua Bulan, Bakal Berdampak ke Minyak Goreng?
-
Petani Sawit di PPU Mengeluh Soal Harga TBS Cuma Rp 700 Per Kilogram: Pupuk dan RacuN Rumput Harganya Mahal
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Harga Minyak Mendidih! Tembus 110 Dolar AS per Barel saat Perang Memanas
-
IHSG Ambruk di Senin Pagi, Bergerak ke Level 6.900
-
Harga Emas Bergejolak, Bank Mega Syariah Siapkan Strategi Ini
-
Pertamina Kerahkan 148 Kapal Distribusi BBM ke Daerah Pelosok
-
Wall Street Turun Tipis, Setelah Trump Kobarkan Genderang Perang Lagi
-
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian Kisaran di Bawah 3 Jutaan
-
Rupiah Anjlok, Emas Logam Mulia Diramal Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram
-
IHSG Diprediksi Berkutat di Level 7000 di Tengah Sinyal Damai Perang Iran
-
Pemerintah Bakal Tiru Rusun di Jakbar untuk Program 3 Juta Rumah
-
IHSG Berpotensi Melemah Awal Pekan, Saham-Saham Ini Bisa Untung