- Sebanyak 24 perusahaan internasional telah lolos seleksi tender proyek PSEL WtE yang melibatkan empat kota perintis.
- Peserta wajib konsorsium dan bermitra lokal untuk mendorong transfer teknologi dan penguatan kapasitas nasional dalam proyek strategis ini.
- DPD RI mendukung inisiatif ini, sembari menekankan pentingnya sosialisasi kesiapan sosial dan kultural masyarakat terhadap teknologi baru tersebut.
Suara.com - Sebanyak 24 perusahaan internasional dari China, Prancis, Jepang, Singapura dan Hong Kong telah lolos seleksi dan berhak mengikuti tender proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy (WtE).
Managing Director Investment Danantara Investment Management Stefanus Ade Hadiwidjaja mengatakan selain itu ada lebih dari 200 perusahaan masuk dalam Daftar Penyedia Teknologi (DPT) dalam proyek tersebut.
Stefanus menjelaskan proses seleksi berjalan secara profesional, transparan dan kompetitif dengan melibatkan perusahaan global berpengalaman.
“Seleksi dilakukan secara ketat dan berbasis mitigasi risiko. Kami memastikan aspek tata kelola, lingkungan, dan sosial menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan Badan Usaha Pelaksana Proyek, ujar Stefanus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Seluruh peserta diwajibkan membentuk konsorsium serta menggandeng mitra lokal guna mendorong transfer teknologi dan memperkuat kapasitas nasional.
Sebagaimana diketahui, program strategis WtE yang dimandatkan melalui Perpres Nomor 109 Tahun 2025 memasuki fase krusial menjelang pengumuman pemenang tender di empat pilot city, yakni Bekasi, Denpasar, Yogyakarta dan Bogor.
Menjelang finalisasi tersebut, Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) aktif melakukan sosialisasi dan audiensi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI).
Adapun pertemuan digelar pada Rabu (18/2) di Ruang Kerja Ketua DPD RI sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi publik sekaligus menjaring masukan terhadap implementasi proyek.
Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Danantara Indonesia dalam mengembangkan WtE sebagai solusi kelola sampah yang inovatif.
Baca Juga: Perusahaan Jepang hingga Prancis Lolos Seleksi Tender Proyek Waste to Energy
Dirinya melihat proyek ini sebagai terobosan penting yang layak diapresiasi. Peluang bagi lokal partner juga menjadi sorotan penting dalam diskusi.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan mitra lokal dalam setiap konsorsium proyek tidak hanya mendukung transfer teknologi tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah proyek.
Hal ini sejalan dengan strategi Danantara Indonesia yang mewajibkan peserta tender membentuk aliansi dengan perusahaan lokal untuk memperkuat kapasitas nasional.
“Investasi Danantara Indonesia di sektor Waste-to-Energy untuk menanggulangi persoalan sampah merupakan langkah strategis yang perlu diapresiasi. Ini membuka peluang kolaborasi teknologi sekaligus memberi kesempatan bagi mitra lokal untuk tumbuh dan berkontribusi, ujar Sultan.
Meski demikian, Sultan menegaskan akan tetap menjalankan fungsi pengawasan dan representasi daerah secara objektif serta memberikan masukan konstruktif dalam proses pelaksanaan kebijakan.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPD RI dari Jawa Barat Jihan Fahira mengingatkan bahwa keberhasilan program WtE tidak hanya ditentukan oleh teknologi canggih, tetapi juga oleh kesiapan sosial dan kultural masyarakat.
Berita Terkait
-
Meski Berstatus Persero, Danantara: ANTM-PTBA Masih Bagian MIND ID
-
Mengapa Antam dan PTBA Ditempeli Status Persero Lagi?
-
Siap-siap! Danantara Bakal Pangkas Kursi Bos BUMN Asuransi, Dari 15 Sisa 3
-
Gandeng Perusahaan Asing, Perminas Mulai Misi Pencarian Mineral Kritis
-
Menghitung Hari Pengumuman Lelang WTE Danantara, Emiten Ini Bisa Jadi Kuda Hitam
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli
-
Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau
-
"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'
-
Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?
-
Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional
-
Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun
-
Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya
-
Kepuasan Publik ke Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Meski Program Unggulan Belum Populer
-
Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli
-
Diduga Belajar Nyetir, Pengemudi Pikap Tabrak Pesepeda dan Pedagang di Lingkar Stadion Pakansari