Suara.com - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berkomitmen untuk menerapkan praktik keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnisnya, seperti dalam pembangunan perkotaan yang menerapkan konsep sustainability township untuk keberlangsungan hidup penghuninya.
"Salah satu wujud nyata penerapan prinsip ESG ini adalah pengelolaan air di wilayah yang dibangun oleh LPKR seperti di Lippo Village, Tangerang," jelas CEO LPKR John Riady.
John menegaskan, sejak awal dibangun pada tahun 1991, LPKR sudah memberikan perhatian khusus kepada isu banjir, penyediaan air bersih, dan penanganan air limbah sebagai potensi polutan terhadap sumber air.
Oleh karena itu, LPKR menciptakan master plan kota Lippo Village yang mencakup penanganan ketiga isu tersebut dengan membangun danau buatan, jaringan pipa, instalasi pengelolaan air limbah, dan membuat Water Treatment Plant (WTP).
"Kami menerapkan prinsip ESG sejak awal perencanaan kawasan township. Target utama adalah untuk dapat menyediakan kualitas air yang lebih baik bagi warga penghuni. Isu pencemaran air menjadi perhatian kami sehingga kami memutuskan untuk membangun pusat pengolahan air limbah dengan pemanfaatan ulang air bekas pakai yang memisahkan saluran air hujan dengan fungsi saluran pipa air limbah.” ucap John.
John menambahkan LPKR membangun danau buatan yang berfungsi sebagai water reservoir (tandon air), tempat menampung air saat intensitas air hujan tinggi di Lippo Village.
Selain itu, ada jaringan pipa air bawah tanah dan pengolahan air limbah dengan sistem aerobile treatment untuk mengurai bahan polutan menggunakan bakteri dan oksigen sehingga air dapat digunakan kembali, misalnya untuk menyiram tanaman.
John juga menegaskan bahwa dengan sistem pengelolaan air yang baik akan menjadikan lingkungan yang baik bagi Planet dan People, 2 dari 4 prinsip utama ESG.
Saat ini, LPKR memiliki 1.332 hektar landbank yang siap untuk dikembangkan dan akan berkontribusi dalam pencapaian target kinerja pra penjualan sebesar Rp5,2 triliun di tahun 2022.
Baca Juga: LPKR Optimis Tiga Pilar Bisnis Bertumbuh di 2022
Dalam praktik ESG, LPKR juga menyediakan permintaan rumah serta layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau di Indonesia. Sejak tahun 2020, LPKR telah mengambil keputusan penting untuk mengembangkan produk perumahan yang memenuhi kebutuhan kepemilikan rumah pertama (first-time home buyers), terutama kaum milenial.
Tak hanya dalam lingkup properti, LPKR juga membangun ekosistem ESG di bidang layanan kesehatan melalui anak usahanya PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), dengan memperluas jaringan rumah sakit dan klinik berlisensi BPJS, serta melayani lebih dari 1 juta pasien BPJS. Kebanyakan rumah sakit dan klinik berada di daerah tertinggal juga mengalami kenaikan jumlah pasien yang signifikan.
"Kami akan terus menjadikan aksesibilitas sebagai prioritas utama dalam strategi bisnis kami," tegas John.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok