Suara.com - Indonesia menjadi salah satu negara yang mengucurkan Dana Perantara Keuangan (FIF) untuk Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Respons (PPR) pandemi Covid-19. Indonesia berkomitmen memberikan kontribusi sebesar 50 juta Dolar AS.
"Saya percaya bahwa secara bersama-sama, kita akan memiliki hasil konkret di bulan Oktober, yakni termasuk peluncuran FIF dan mengkoordinasikan kolaborasi platform," kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.
Ia bersama Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengepalai Pertemuan Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan G20 (JFHMM) Pertama menyampaikan komitmen kontribusi dari 5 negara dan 1 lembaga internasional untuk PPR. Pengelolaan dana ini berada di bawah pengawasan Bank Dunia dan panduan teknis WHO.
Selain Bank Dunia dan WHO, organisasi pembangunan, badan-badan PBB, dan bank pembangunan multilateral lainnya diharapkan bergabung dalam FIF.
Budi Gunadi menegaskan, sejak awal pembentukannya, Gugus Tugas Gabungan Keuangan-Kesehatan G20 telah mendiskusikan lebih lanjut tentang FIF, yang sebelumnya sudah dikenalkan pada 2021, saat kepemimpinan Italia dalam Presidensi G20.
Dana yang terkumpul sekitar 1,2 miliar Dolar AS, merupakan kontribusi dari lima negara dan satu organisasi internasional. Indonesia berkomitmen memberikan kontribusi sebesar 50 juta Dolar AS, Singapura 10 juta Dolar AS, Amerika Serikat 450 juta Dolar AS, Uni Eropa 450 juta Dolar AS, Jerman 52,7 juta Dolar AS, dan Wellcome Trust 12,3 juta dolar AS.
Tujuan FIF adalah memberikan bantuan pendanaan untuk menutup jurang PPR pandemi sekaligus meningkatkan kapasitas negara-negara di bidang surveilans kesehatan, sistem laboratorium, tenaga kerja kesehatan, manajemen dan komunikasi kegawat daruratan, serta keterlibatan komunitas.
FIF juga bisa membantu memperkuat kapasitas ketahanan kesehatan secara regional maupun global, dengan cara memperkuat fasilitas berbagai data, penyelarasan peraturan, hingga pengembangan, pembelian, distribusi, dan penyaluran alat dan bantuan kesehatan.
Sri Mulyani menyebut, dana ini akan bersifat inklusif dan bisa diakses oleh negara dengan penghasilan rendah dan menengah. FIF diharapkan bisa diluncurkan pada musim gugur 2022.
Baca Juga: Indonesia Ajak Negara G20 Pikirkan Solusi Dampak Konflik Antar Negara
Dana tersebut akan digunakan untuk memberikan tambahan sumber daya dan insentif bagi negara-negara untuk PPR pandemi, memperkuat kerja sama dengan para mitra, serta berguna sebagai platform untuk advokasi.
Keberhasilan Indonesia sebagai pemimpin Presidensi G20 mengumpulkan komitmen kontribusi lebih dari 1,2 Juta USD mendapat tanggapan positif dari Presiden Bank Dunia, David Malpass.
"Bank Dunia adalah penyumbang dana terbesar untuk PPR pandemi yang aktif beroperasi di lebih dari 100 negara berkembang untuk memperkuat sistem kesehatan mereka," ungkap Malpass.
Sementara itu, Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan WHO akan memainkan peran penting dalam FIF dan berkolaborasi erat dengan Bank Dunia.
"Akses terhadap pembiayaan untuk pencegahan dan kesiapsiagaan pandemi sangat penting. Kehadiran dana perantara keuangan diharapkan bisa menjadi respons darurat kesehatan," tuturnya.
Dalam pertemuan ini juga disetujui adanya verifikasi internasional terkait sertifikat vaksin Covid-19 dan protokol kesehatan untuk mempermudah mobilitas.
Berita Terkait
-
Hasil G20: Indonesia Dinilai Berhasil Buka Wadah Dialog Bagi Anggota G-20
-
5 Fakta Menlu Rusia Walk Out dari KTT G20, Tak Terima Invasi Selalu Dibahas
-
Sasando Unjuk Gigi Dalam Ajang Spouse Program Pertemuan Kedua Sherpa G20
-
Presidensi G20, Indonesia Dorong UMKM Indonesia Memiliki Permodalan yang Luas
-
Presidensi G20 Indonesia Akan Dorong UMKM Indonesia Memiliki Permodalan yang Luas
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Kementerian PU Uji Coba Pengaliran Air di Daerah Irigasi Jambo Aye
-
Holding Mitra Mikro Perluas Inklusi Keuangan Lewat 430 Ribu Agen BRILink Mekaar
-
IHSG dan Rupiah Rontok Gara-gara Moody's, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Purbaya Rotasi Pegawai Pajak usai OTT KPK, Kali Ketiga dalam Sebulan
-
Mendag Ungkap Harga CPO Hingga Batu Bara Anjlok di 2025
-
Meski Transaksi Digital Masif, BCA Tetap Gas Tambah Kantor Cabang
-
Belanja di Korsel Masih Bisa Bayar Pakai QRIS Hingga April 2026
-
Transaksi Digital Melesat, BCA Perketat Sistem Anti-Penipuan
-
BRI Perkuat CSR Lewat Aksi Bersih-Bersih Pantai Dukung Gerakan Indonesia ASRI
-
Daftar 6 Proyek Hilirisasi yang Digarap Danantara Mulai Hari Ini