Dalam kesempatan tersebut beberapa delegasi juga turut membagikan strategi yang berhasil diterapkan di negaranya masing-masing. Salah satunya, CEO Social Security Organisation (SOCSO) Malaysia, Dato’ Sri Dr. Mohammed Azman yang turut membagikan pengalamannya dalam membawa institusi yang dipimpinnya menghadapi pandemi.
Ia menjelaskan, strategi yang dilakukan SOCSO adalah menerapkan Program Subsidi Upah untuk membantu para pekerja serta sekaligus mengurangi beban pemberi kerja sehingga secara tidak langsung hal ini diharapkan dapat menekan angka PHK.
Selain itu, SOCSO juga meningkatkan manfaat bagi peserta pencari kerja dengan menambah jangka waktu pemberian tunjangan pengangguran dari yang awalnya 6 bulan menjadi 9 bulan. Sedangkan pada tahap pemulihan pasca pandemi, SOCSO fokus terhadap penciptaan lapangan kerja dengan membuka sebuah portal pencarian kerja yang diberi nama MYFutureJobs. Strategi tersebut terbukti mampu berkontribusi dalam menurunkan angka pengangguran di Malaysia.
Seraya menutup seluruh rangkaian acara, Anggoro mengajak seluruh anggota ASSA untuk meningkatkan kolaborasi guna membentuk ekosistem jaminan sosial yang saling terhubung dan komprehensif bagi semua orang.
“Semoga dengan pertemuan ini, kita memperoleh pemahaman yang menyeluruh tentang kondisi pekerja di situasi pasca pandemi. Saya berharap berbagai pengalaman dan solusi yang telah dibahas di sini dapat memberi inspirasi bagi kita untuk meningkatkan kualitas jaminan sosial di masing-masing negara, sehingga dapat mewujudkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja secara global,” tutup Anggoro.
Berita Terkait
-
BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Program dan Manfaat Jaminan Sosial kepada Petugas Bawaslu
-
BPJS Ketenagakerjaan Minta Pelaku Klaim Fiktif Dapat Efek Jera
-
Kasus Covid-19 Kembali Mengamuk, Jawa dan Bali Berpotensi Peningkatan Kasus
-
Kementerian Luar Negeri Siap Dukung BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Cakupan Kepesertaan
-
Kesehatan Jamaah Haji Akan Diawasi Begitu Tiba di Indonesia, Cegah COVID-19
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif