Suara.com - Bandara Pondok Cabe Pamulang, Tangerang Selatan akan resmi dioperasikan untuk penerbangan komersial per 5 Agustus 2022 mendatang. Bagi yang ingin mencoba terbang dari kawasan ini, sebenarnya Bandara Pondok Cabe melayani penerbangan kemana saja?
Saat ini Bandara Pondok Cabe hanya melayani rute penerbangan armada Wings Air dari Tangerang Selatan menuju ke tiga tempat yakni Purbalingga, Cepu di Kabupaten Blora, dan Bandar Lampung. Tiket menuju ketiga tempat tersebut dijual dengan harga yang berbeda-beda.
Di situs online penjualan tiket, penerbangan menuju Purbalingga dihargai Rp1,14 juta, kemudian untuk menuju Cepu penumpang harus membayar Rp1,67 juta.
Paling murah adalah penerbangan menuju Bandar Lampung yakni Rp886.000. Selanjutnya rute penerbangan komersial lain secara bertahap akan memanfaatkan operasional bandara ini.
Pengelolaan penerbangan komersil akan dilakukan PT Angkasa Pura II bekerja sama dengan PT Pelita Air sebagai operator. Semula fungsi komersil direncanakan di Bandara Pondok Cabe sejak 2021 silam namun baru terealisasi setahun kemudian.
Seperti diketahui Bandara Pondok Cabe juga akan dimanfaatkan sebagai pengganti sementara operasional Bandara Halim Perdanakusuma selama revitalisasi.
Per tanggal 26 Januari 2022, Bandara Halim Perdanakusuma akan mulai menjalankan skenario perpindahan operasional penerbangan ke lima bandara penerima (recipient). Dengan begitu bandara ini akan ditutup selama 3,5 bulan dalam rangka revitalisasi.
Sejumlah maskapai penerbangan seperti Travira Air, Pelita Air, Premi Air, Susi Air, Transwisata, Jhonlin dan Fasi akan melakukan aktivitas penerbangan melalui Bandara Pondok Cabe selama penutupan sementara Bandara Halim Perdanakusuma.
Sementara itu, maskapai penerbangan Wings Air yang akan wira-wiri melintas di Pondok Cabe tengah berproses membuka rute penerbangan dari Bandara Pondok Cabe ke Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga. Rute ini bakal menjadi alternatif penerbangan Purbalingga-Jakarta selama Bandara Halim Perdanakusuma direvitalisasi.
Pembukaan rute baru Wings Air ini tak lepas dari kondisi pandemi yang membaik. Seiring dengan hal itu, pembatasan juga dilonggarkan. Ini menjadi momentum untuk mempercepat pemulihan ekonomi daerah, khususnya Purbalingga.
Lokasi Bandara Pondok Cabe dinilai lebih strategis karena lebih dekat ke sejumlah kota besar Ibu Kota seperti Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Tangerang Selatan, Depok, Bogor, Bekasi, dan daerah sekitar lainya. Dengan demikian, penumpang dari dan ke Purbalingga dari kota-kota besar itu lebih mudah.
Saat ini maskapai Wings Air tengah mempersiapkan rencana uji coba terbang awal atau route evaluation, simulasi rute dan jadwal layanan keberangkatan serta jadwal kedatangan, dokumen, dan perizinan. Pada rute ini, Wings Air rencananya akan menggunakan pesawat baru berteknologi modern jenis ATR 72-600 dan ATR 72-500.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Jadwal Penerbangan Wings Air Bandara JB Soedirman Purbalingga-Pondok Cabe Tangsel
-
Ini Dia Jenis Pesawat Wings Air yang Bakal Wira-wiri Purbalingga-Pondok Cabe
-
Wings Air Siapkan Rute Penerbangan Purbalingga-Jakarta via Bandara Pondok Cabe, Kini Dalam Tahap Uji Coba Terbang
-
Wings Air Buka Rute Bandara Pondok Cabe Tangsel - JB Soedirman Purbalingga
-
Mendukung Pemulihan Global, Batik Air Tawarkan Rute Pilihan Menuju Singapura
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga
-
Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
-
ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi