Suara.com - Harga minyak goreng yang terus turun cukup membuat andil dalam pergerakan deflasi bulan Juli 2022 sebesar 0,07 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah terjadi sejak 3 bulan terakhir.
"Meski secara tahunan masih memberikan andil inflasi, tapi trennya menurun dari waktu ke waktu, ini artinya upaya pemerintah dalam menjaga harga minyak goreng sudah membuahkan hasil dan sudah memberikan dampak ke deflasi 3 bulan berturut-turut," kata Margo dalam konferensi persnya di Jakarta, Senin (1/8/2022).
Sebelumnya, kenaikan harga minyak goreng sempat menjadi pemicu utama yang mengerek inflasi hingga ke level 0,66 persen pada Maret 2022 dan 0,95 persen pada April 2022.
Untungnya kata Margo saat ini harga minyak goreng sudah mulai berangsur turun, sehingga tidak lagi menjadi andil dalam pergerakan inflasi.
"Penurunan harga minyak curah lebih dalam dibandingkan minyak masak, turunnya lebih cepat dibandingkan minyak kemasan," katanya.
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meluncurkan minyak goreng sederhana seharga Rp 14 ribu per liter. Minyak goreng merek Minyak Kita itu diluncurkan demi mempermudah masyarakat mendapatkan stok.
"Hari ini kita meluncurkan Minyak Kita. Tentu kita bersyukur dapat meluncurkan minyak goreng rakyat yang dikemas secara sederhana ini," kata Mendag saat menghadiri peresmian tersebut di Jakarta, Rabu (6/7/2022).
Mendag mengatakan, persoalan minyak goreng ini telah membuat pengusaha dan pemerintah sadar akan pentingnya distribusi. Menurutnya, rantai distribusi minyak goreng curah perlu diperbaiki.
Baca Juga: Harga Minyak Goreng Turun Berturut-turut, Ketua BPS Klaim Usaha Pemerintah Berhasil
Karena itu, ia berharap hadirnya Minyak Kita bisa membuat distribusi minyak goreng dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) lebih lancar. Adapun rantai distribusi seperti Si Gurih dan Warung Pangan.
"Bottleneck sudah lancar. Sehingga di Jawa-Bali harga sudah Rp14.000 per liter. Memang di Papua, Tarakan, itu ada yang masih Rp20.000, masih tinggi," terang Zulkifkli.
"Kita rembukan, dan Alhamdulillah sekarang sudah ada kemasan sederhana, bahkan ada yang pakai botol," sambungnya.
Zulkifli juga menyebut distribusi minyak goreng yang biasa terkendala logistik bisa teratasi lewat kemasan baru yang diluncurkan ini. Khususnya bagi masyarakat yang berada di Indonesia Timur, yakni Sulawesi, Kalimantan, hingga Papua.
"Tentu kemasan sederhana ini akan lebih mudah untuk didistribusikan ke Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan daerah Indonesia Timur lainnya," klaim Zulkifli.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Goreng Turun Berturut-turut, Ketua BPS Klaim Usaha Pemerintah Berhasil
-
Mantap! Harga Minyak Goreng Kemasan di Kabupaten Kudus Turun, Satu Liter Dijual Rp17.000
-
Lihat Ada Teh Hangat di Teko, Langsung Syok saat Tahu Isi Sesungguhnya
-
Wapres Maruf Amin Ungkap Upaya Pemerintah untuk Sejahterakan Petani Sawit
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Lebaran
-
Izin Davies Vandy Resmi Dicabut OJK, Ini Alasannya
-
Penerima Beasiswa LPDP Kembalikan Dana ke Negara karena Tak Mengabdi, Per Orang Rp 1-2 Miliar
-
Bos LPDP: Anak Pejabat Boleh Terima Beasiswa
-
Tak Semua Huntap di Daerah Bencana Sumatera Rampung Sebelum Lebaran
-
Menteri PKP: 133.000 Rumah Subsidi Berdiri di Jateng dan Jatim di 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
-
Pemerintah Ingatkan Industri Kualitas Genteng Harus Dijaga Dalam Program Gentengisasi
-
Fenomena Rojali-Rohana Disorot BPS, Sensus Ekonomi Mau Bongkar Aktivitas Tersembunyi
-
Pesan Dirut LPDP ke Alumni: Lu Pakai Duit Pajak, Ingat Itu!