Bisnis / Makro
Rabu, 25 Februari 2026 | 20:32 WIB
Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (Dirut LPDP) Sudarto saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu (25/2/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Dirut LPDP Sudarto meminta maaf atas polemik konten viral Dwi Sasetyaningtyas pada 25 Februari 2026 di Jakarta.
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyesalkan dan meminta suami penerima beasiswa mengembalikan dana LPDP beserta bunga.
  • Purbaya menyatakan suami dan istri tersebut masuk daftar hitam (blacklist) sehingga tidak dapat bekerja di instansi Pemerintah Indonesia.

Suara.com - Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (Dirut LPDP), Sudarto meminta maaf buntut polemik konten viral Dwi Sasetyaningtyas 'Cukup aku saja yang WNI, anakku jangan'.

"Kami atas nama LPDP dan juga seluruh alumni, ini kebetulan ada yang mewakili Pak, dari Mata Garuda, mengucapkan permohonan maaf atas yang seharusnya tidak perlu polemik tersebut. Dan kita sangat menyesalkan karena hal yang tidak baik sehingga timbul diskusi di antara kita yang harusnya bisa kita hindari," kata Sudarto dalam Media Briefing LPDP di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Namun Sudarto meyakini bahwa seluruh alumni LPDP saat ini bekerja dengan sangat giat serta mengabdi kepada negeri dengan penuh dedikasi.

Ia memaparkan kalau banyak alumni LPDP yang sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Contohnya, ada yang menjadi guru di daerah pelosok, dosen di perguruan tinggi, pengusaha, Pegawai Negeri Sipil (PNS), maupun alumni yang membawa nama Indonesia di panggung internasional.

Ia juga berpesan kepada seluruh alumni LPDP untuk menjaga etika, moral, dan nilai-nilai kebangsaan ke depannya. Lebih lagi mereka termasuk orang-orang yang berpendidikan tinggi seperti S2 hingga S3.

Sudarto lalu mengingatkan kepada para alumni karena uang beasiswa LPDP yang mereka terima adalah duit pajak dari rakyat. 

Media Briefing LPDP di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (25/2/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

"Saya ada jargon LPDP sekarang, LPDP, saya ingatkan teman-teman, 'Lu Pake Duit Pajak'. Ingat itu," tegasnya.

Lebih lanjut Sudarto menyebut bahwa LPDP ini terbentuk dan berjalan karena ada kepercayaan dari masyarakat. Makanya ia meminta untuk alumni membuktikan harapan warga.

"Jadi mari kita jaga kepercayaan tersebut. Mari kita buktikan, teman-teman alumni dan kita semua ya, bahwa memang harapan masyarakat dengan membentuk dana abadi pendidikan ini, ini adalah investasi jangka panjang Indonesia menuju Indonesia Emas, memang berdampak," jelasnya.

Purbaya blacklist Dwi Sasetyaningtyas

Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyesalkan unggahan Dwi Sasetyaningtyas alias Tyas yang viral di media sosial karena mengaku bangga usai anaknya mendapatkan status Warga Negara Asing (WNA) Inggris.

Menkeu Purbaya menyatakan kalau Kementerian Keuangan selaku lembaga yang menaungi LPDP bakal menegakkan aturan yang ada. Sebab Arya Iwantoro selaku suami Dwi Sasetyaningtyas adalah penerima beasiswa LPDP.

"Itu hal yang kami sesalkan. Jadi kami akan menegakkan aturan yang ada di LPDP sehingga yang bersangkutan menyelesaikan tanggung jawabnya ke LPDP," kata Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Ia juga sudah mendapatkan laporan bahwa suami DS bersedia untuk mengembalikan uang yang diterima dari LPDP, termasuk bunga.

"Jadi Pak Dirut LPDP sudah bicara tadi dengan suami terkait ya, dan dia sepertinya sudah setuju untuk mengembalikan yang dipakai LPDP. Jadi termasuk bunganya loh," beber dia.

Belajar dari kasus Tyas, Purbaya juga berpesan kepada para penerima beasiswa LPDP untuk tidak buka-bukaan menghina negara. Lebih lagi dana LPDP berasal dari pajak maupun utang yang disisihkan Pemerintah untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Saya harapkan ke depan, teman-teman yang dapat pinjaman LPDP. Ya kalau enggak senang ya enggak senang, tapi jangan menghina-hina negara lah. Jangan begitu. Itu uang dari pajak, dan sebagian dari utang yang kita sisihkan untuk memastikan SDM kita tumbuh. tapi kalau dipakai untuk menghina negara ya kita minta uangnya, dengan bunganya kalau gitu," papar dia.

Purbaya juga memasukkan nama suami istri tersebut ke dalam daftar hitam alias blacklist. Walhasil mereka tidak akan bisa bekerja dengan lembaga Pemerintah Indonesia.

"Nanti saya akan blacklist dia. Jadi seluruh pemerintahan enggak akan bisa masuk. Nanti kan kita lihat blacklist seperti apa. Jadi jangan menghina negara Anda sendiri," timpalnya.

Load More