- China mengkritik ART Indonesia-AS karena Indonesia harus menyelaraskan kebijakan impor restriktif dengan Washington.
- Kesepakatan ART ditandatangani di Washington DC oleh Prabowo dan Trump pada 19 Februari 2026.
- Imbalannya, Indonesia mendapat fasilitas tarif nol untuk 1.819 pos tarif serta komitmen beli energi AS US$15 miliar.
Suara.com - Pemerintah China memberikan respons resmi terkait kesepakatan perdagangan resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang baru saja ditandatangani oleh Indonesia dan Amerika Serikat (AS).
Sorotan utama Beijing tertuju pada poin kesepakatan di mana Indonesia berkomitmen untuk menyelaraskan kebijakan pembatasan impornya dengan kebijakan yang diambil oleh Washington terhadap negara ketiga.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan bahwa kerja sama ekonomi internasional seharusnya tidak bersifat eksklusif.
"China selalu berpandangan bahwa kolaborasi ekonomi dan perdagangan yang saling menguntungkan antarnegara tidak boleh menyasar pihak ketiga mana pun atau merugikan kepentingan negara lain," ujar Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (24/2/2026), seperti yang dikutip dari Antara.
Kekhawatiran China berdasar pada Pasal 5.1 dalam dokumen ART tersebut. Klausul itu menyatakan bahwa jika Amerika Serikat memberlakukan larangan, kuota, atau bea masuk terhadap negara ketiga demi melindungi keamanan nasional atau ekonominya, maka Indonesia akan mendapatkan notifikasi.
Sebagai langkah penyesuaian, Indonesia diwajibkan untuk mengadopsi atau mempertahankan tindakan restriktif yang memiliki efek setara dengan apa yang diterapkan oleh AS.
Selain itu, atas permintaan Gedung Putih, Indonesia akan menindak praktik perusahaan milik negara ketiga yang dianggap tidak adil, termasuk ekspor dengan harga di bawah pasar atau dumping.
Perjanjian yang disepakati oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump di Washington DC pada Kamis (19/2/2026) ini membuat AS dan Indonesia memiliki kebijakan pasar baru yang cenderung menguntungkan AS:
- Fasilitas Tarif 0%: AS menghapus bea masuk untuk 1.819 pos tarif produk Indonesia. Produk unggulan seperti minyak sawit, kopi, komponen elektronik, semikonduktor, hingga suku cadang pesawat kini dapat masuk ke pasar AS tanpa tarif.
- Skema Tekstil dan Garmen: Melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ), produk garmen Indonesia mendapatkan tarif 0% ke AS. Namun, volumenya bergantung pada jumlah bahan baku tekstil (seperti kapas dan serat buatan) yang diimpor Indonesia dari AS.
- Tarif Resiprokal: Secara umum, AS menerapkan tarif rata-rata sebesar 19 persen untuk produk impor Indonesia, kecuali bagi daftar produk tertentu yang mendapatkan pengecualian.
Sebagai bagian dari pakta ini, Indonesia memberikan kepastian untuk membeli komoditas energi dari Amerika Serikat dengan total nilai mencapai US$15 miliar (sekitar Rp253,3 triliun). Pembelian ini mencakup:
Baca Juga: Rupiah Menguat, Dolar Melemah Setelah Pidato Kenegaraan Trump yang Kontroversial
LPG: US$3,5 miliar.
Minyak Mentah: US$4,5 miliar.
Bensin Hasil Kilang: US$7 miliar.
Secara keseluruhan, komitmen kerja sama perdagangan dan investasi yang disepakati kedua negara mencapai nilai fantastis sebesar US$38,4 miliar atau setara dengan Rp649,42 triliun.
Sementara, untuk diketahui, investasi China di Indonesia adalah salah satu yang paling besar secara nasional, dengan akumulasi mencapai US$36,4 miliar (sekitar Rp578 triliun) sejak 2019 hingga awal 2025.
Fokus utama investasi ada pada hilirisasi industri (logam, EV), infrastruktur, energi, dan properti, dengan komitmen investasi hijau mencapai Rp3.900 triliun dan komitmen tambahan baru senilai US$7,5 miliar.
Berita Terkait
-
Kemenkeu Luruskan Pajak Digital RI & AS, Google-Netflix Tetap Kena Pajak
-
Sorak-sorai Pengusaha AS Kala Trump Tekuk Prabowo di Negosiasi Dagang
-
Juventus Lirik Kembali Si Anak Hilang, Emil Audero Masuk Radar Transfer
-
TKDN Produk AS Dihapus: Menanti Google Pixel dan Turunnya Harga iPhone di Indonesia
-
'Cukup Aku WNI', Saat Pesimisme Kolektif Jadi Bahasa Generasi
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi