Suara.com - Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendesak Bank Indonesia agar tidak terburu-buru meningkatkan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate yang saat ini sebesar 3,50 persen.
Alasannya, meski inflasi tahunan capai 4,94 persen pada Juli lalu. Namun, inflasi inti masih rendah di angka 2,86 persen secara tahunan.
“Sehingga angkanya masih rendah dan ekonominya masih dalam pemulihan. Jadi kami berharap Bank Indonesia tidak perlu terburu-buru meningkatkan suku bunga acuan apalagi DPK (Dana Pihak Ketiga) perbankan masih di atas 10 persen dan kredit juga masih relatif di bawah,” kata dia.
Selain itu, menurutnya kondisi perbankan saat ini masih solid sehingga keputusan untuk menaikkan suku bunga acuan BI belum mendesak untuk diberlakukan.
Pada Juni 2022, DPK bank umum mencapai Rp7.602 triliun atau tumbuh 9,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Saat yang bersamaan, bank umum tercatat telah menyalurkan kredit Rp6.177 triliun alias tumbuh 10,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan tingkat kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) terjaga di level 2,86 persen.
Dengan kondisi global yang tengah penuh ketidakpastian seperti sekarang, Airlangga mengatakan, indikator eksternal Indonesia relatif baik sebagaimana tercermin dari surplus neraca perdagangan sepanjang semester I 2022 mencapai 24,89 miliar dolar AS atau lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu tercatat 11,84 miliar dolar AS.
Kemudian neraca transaksi berjalan hingga kuartal I mencapai 0,07 persen terhadap PDB.
"Kondisi nilai tukar rupiah pun dalam kondisi stabil di bawah Rp15.000 per dolar AS dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diantara 6.500 hingga 7.000 dan cadangan devisa Juli pun terpantau masih tinggi sebesar 132 miliar dolar AS dan rasio utang turun di level 32 persen terhadap PDB," pungkasnya.
Baca Juga: Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Masih Di Atas Inflasi
Berita Terkait
-
Mau Uang Rupiah Bersambung dari BI? Ini Cara Beli dan Syaratnya
-
Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lebih Moncer Ketimbang AS-China
-
Saat Pempek Dan Kopi Sumsel Dipromosikan di Jantung Pariwisata
-
Nominal Transaksi BI FAST Bakal Capai Rp 1.782 Triliun
-
Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Masih Di Atas Inflasi
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
Dengan BRI KPR Take Over, Anda Bisa Miliki Sejumlah Keuntungan, Yuk Cek di Sini!
-
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Anjlok Semua, Ikutan Tren Global
-
Resmi Melantai di BEI, Emiten PRDL Incar Dana Rp62,75 Miliar
-
Cisem II Tak Hanya untuk Industri, Pertagas Pastikan Gas Bumi Juga Mengalir ke Rumah Tangga
-
Nilai Komisi Ojol 8 Persen Belum Sejahterakan Driver, CELIOS: Aplikator Berpotensi Pangkas Insentif
-
Plastik Murah China Kepung RI, Industri Petrokimia Terancam Tumbang
-
Kolaborasi Pendidikan Hukum Nasional Diyakini Perkuat Kepastian Investasi di Indonesia
-
Rupiah Paling Lemah di Asia Lawan Dolar AS ke Level Rp18.058
-
Nasib LPG 3 Kg Mulai Terjawab, Pertagas Beberkan Kesiapan Proyek CNG
-
Bank Danamon Proyeksikan Simpanan Valas Naik hingga 60 Persen, Ini Pendorong Utamanya