- Rupiah melemah 0,21% saat pembukaan Rabu (18/2/2026), mencapai Rp16.872 per dolar AS.
- Pelemahan rupiah disebabkan pernyataan hawkish pejabat The Fed dan antisipasi sikap dovish Bank Indonesia.
- Investor menantikan risalah rapat Federal Reserve untuk petunjuk arah suku bunga ke depan secara global.
Suara.com - Nilai tukar mengalami pelemahan pembukaan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (18/2/2026) dibuka Rp16.872 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan ini membuat mata uang garuda masuk di zona merah. Alhasil, rupiah melemah 0,21 persen dibanding penutupan pada Rabu yang berada di level Rp16.837 dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.844 per dolar AS. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan pernyataan dari pejabat The Fed.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang menguat oleh pernyataan hawkish dari pejabat-pejabat the Fed Barr dan Dally semalam;" katanya saat dihubungi Suara.com.
Kata dia, investor juga mengantisipasi kemungkinan sikap dovish BI. Sehingga, pelemahan diperkirakan akan berlanjut.
" Pada pertemuan untuk kebijakan besok untuk memutuskan suku bunga. Range rupiah 16.800-16.900," jelasnya.
Sementara itu, dolar AS bergerak stabil di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan sikap hati-hati investor yang menanti risalah rapat Januari Federal Reserve untuk mencari petunjuk arah suku bunga ke depan.
Apalagi, indeks dolar AS, yang mengukur kinerja greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, relatif tidak berubah di level 97,16 setelah menguat dalam dua hari terakhir.
Adapun, Euro turun tipis 0,06 persen, yen Jepang stabil. Sedangkan pound sterling melemah 0,07 persen.
Baca Juga: Rupiah Loyo ke Rp16.823 per Dolar AS, Cek Kurs di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
-
Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya
-
Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak
-
Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global
-
Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel
-
Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi
-
Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah
-
Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
-
Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange