Suara.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melepas ekspor produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perdana berupa satu kontainer produk briket arang kelapa (coconut charcoal briquette) senilai 19.200 dolar AS ke Jepang. Selain menjadi komoditas ekspor, modal buka bisnis briket arang di dalam negeri sebenarnya juga tidak terlalu sulit.
Briket arang kelapa justru komoditas yang diminati di negeri matahari terbit tersbeut. Kandungan kalori briket arang asal Indonesia yang tinggi yakni 6.700-7100 kilo kalori (kkal) juga mempercepat proses pembakaran.
“Capaian tersebut diraih CV Coco Indonesia Maju sebagai peserta program pendampingan ekspor (Export Coaching Program/ECP) wilayah Jawa Barat.
Program tersebut adalah kerja sama antara Pusat Pelatihan SDM Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat,” ujar Sekretaris Jendral Kemendag Suhanto lewat keterangannya di Jakarta, Senin (15/8/2022) seperti dikutip Antara.
Ekspor perdana itu dilepas Kepala PPEJP Sugih Rahmansyah, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Jabar M Lukmanul Hakim, perwakilan dari Disdag Kabupaten Bandung Barat, Free Trade Agreements (FTA) Center Bandung, serta pendamping ECP Jawa Barat Abdillah Sani.
Pelepasan juga disaksikan secara virtual Duta Besar RI untuk Jepang dan Mikronesia Heri Akhmadi didampingi Atase Perdagangan Tokyo Arief Wibisono.
Modal buka bisnis briket arang jika ingin diterapkan untuk konsumsi dalam negeri berkisar antara Rp100 juta hingga Rp200 juta.
Modal tersebut sebagian besar digunakan untuk menyediakan mesin pembuat briket arang batok kelapa. Namun, jika anda tak siap dengan modal sebesar itu, yang perlu dilakukan adalah membuat briket arang batok kelapa dalam skala kecil terlebih dahulu.
Caranya haluskan batok kelapa terlebih dahulu, kemudian campur dengan air dan tepung tapioka. Aduk hingga ketiganya tercampur sempurna. Setelah itu adonan briket diletakkan dalam wadah untuk dipotong-potong sesuai ukuran. Briket ini biasanya berbentuk kubus.
Baca Juga: Menparekraf Percepat UMKM Ekraf Masuk E-Katalog Pemerintah
Setelah proses pemotongan selesai, briket batok kelapa dimasukkan dalam oven pemanas dengan tujuan menjadi keras. Di pasar dalam negeri briket ini bisa dijual pada kisaran Rp8.000 per kg.
Harga ini naik berkali-kali lipat jika sudah beredar di pasar internasional seperti Eropa dan Amerika. Apalagi briket arang kelapa asal Indonesia terkenal berkualitas di pasar internasional karena tidak berbau dan tidak berasap.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Pelaporan Pada Istri Mantan Menteri ATR/BPN Dinilai Tidak Punya Etika Bisnis
-
Jokowi Minta Decacorn dan Unicorn Bantu UMKM Naik Kelas
-
100 Pelaku UMKM Onboarding di E-Commerce Bhinneka
-
Pemkot Bandung Optimis Ekonomi Digital Tingkatkan Produktivitas Masyarakat
-
Menparekraf Percepat UMKM Ekraf Masuk E-Katalog Pemerintah
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru
-
IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham