- Nilai tukar rupiah pada Selasa, 24 Februari 2026, ditutup melemah menjadi Rp16.829 per dolar AS.
- Pelemahan rupiah disebabkan oleh penguatan dolar AS menyusul data ekonomi manufaktur Amerika Serikat yang kuat.
- Ancaman tarif baru Trump dan antisipasi pembicaraan AS-Iran turut menekan rupiah serta mata uang Asia lainnya.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah melanjutkan tren negatif pada penutupan Selasa, 24 Februari 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasa spot ditutup Rp 16.829 per dolar Amerika Serikat (AS)
Rupiah pun melemah 0,16 persen dibanding penutupan pada Senin (23/2/2026) yang berada di level Rp 16.802 dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.830 per dolar AS. Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah karena faktor global.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah data menunjukkan aktivitas ekonomi dan manufaktur AS yang lebih kuat dari perkiraan," ujarnya saat dihubungi Suara.com.
Lukman menambahkan, ancaman tariff baru Trump 15 persen juga ikut membebani rupiah. Sehingga pelemahan mata uang Garuda akan terus berlanjut.
"Investor juga masih was was mengantisipasi pembicaraan AS-Iran yang dijadwalkan Kamis ini," jelasnya.
Sementara itu, mayoritas uang Asia juga melemah. Yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,93 persen. Disusul, peso Filipina yang ditutup ambles 0,34 persen
Selanjutnya ada won Korea Selatan terjun 0,24 persen dan baht Thailand tertekan 0,22 persen. Lalu ringgit Malaysia yang terkoreksi 0,21 persen.
Berikutnya, dolar Singapura yang tergelincir 0,1 persen dan dolar Taiwan yang ditutup turun 0,07 persen. Diikuti, dolar Hongkong melemah tipis 0,04 persen.
Baca Juga: Rupiah Keok Lawan Dolar AS ke Level Rp16.835
Sementara itu, yuan China menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah naik 0,21 persen. Kemudian rupee India terlihat menguat tipis 0,03 persen terhadap the greenback di sore ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Bos Agrinas Pangan Pastikan Belum Ada Keputusan Tunda Impor Pikap dari India
-
Purbaya Anggarkan Rp 90 Triliun di Q1 2026 buat Kopdes Merah Putih
-
Saham Indomaret dan Alfamart Ambrol Usai Menteri Mau Stop Ekspansi Demi Kopdes
-
Purbaya Kejar Target Belanja Negara Rp 809 Triliun di Q1 2026 demi Ekonomi 6%
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
Telkom Galakkan Penanaman Mangrove di Pesisir Semarang Lewat Program Ayo Beraksi
-
Kantongi Laba Rp1,3 T, Bos CBDK Sulap Kawasan Ini Jadi Simpul Ekonomi Baru
-
Biaya Kuliah Arya Iwantoro yang Dibiayai Negara, Kini Bakal Dikembalikan?
-
Saham BUMI Diborong Asing saat Harganya Melemah
-
Dasco Pasang Badan untuk Buruh Mie Sedaap, PHK Akhirnya Disetop