- Menteri Keuangan menargetkan belanja negara mencapai Rp 809 triliun pada Kuartal I 2026 demi mencapai pertumbuhan ekonomi 6 persen.
- Realisasi belanja tersebut dialokasikan untuk program prioritas termasuk Makan Bergizi Gratis dan THR ASN-TNI-Polri.
- Pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2026 diproyeksikan 5,5 persen hingga 6 persen didukung faktor musiman dan WFA.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan belanja negara mencapai Rp 809 triliun di kuartal pertama atau Q1 2026. Hal ini dilakukan demi mengejar pertumbuhan ekonomi 6 persen tahun ini.
Menkeu Purbaya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama 2026 mencapai sekitar 5,5 persen hingga 6 persen. Sedangkan untuk keseluruhan tahun 2026 ditargetkan 6 persen, meskipun kalau dari outlook hanya 5,4 persen.
"Pemerintah memastikan belanja negara optimal. Realisasi belanja kuartal satu 2026 ditargetkan mencapai Rp 809 triliun," katanya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Untuk mencapai target belanja, Purbaya merincikan dana itu dialokasikan untuk percepatan Makan Bergizi Gratis Rp 62 triliun, Tunjangan Hari Raya (THR) ASN-TNI-Polri Rp 55 triliun, rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatra Rp 6 triliun, serta paket stimulus Rp 15 triliun.
Kemudian program selanjutnya yakni pembangunan 30 ribu unit koperasi desa merah putih (KDMP) Rp 90 triliun yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Danantara.
Selanjutnya ada pembangunan 190 ribu unit rumah mulai dari komersil, subsidi, hingga bantuan renovasi Rp 20 triliun dari APBN dan Danantara. Terakhir ada groundbreaking proyek hilirisasi Danantara senilai 7 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 110 triliun.
"Faktor musiman libur Imlek dan Lebaran, serta kebijakan WFA (work from anywhere) turut menopang aktivitas konsumsi masyarakat pada triwulan pertama tahun 2026 ini," jelasnya.
Berita Terkait
-
Imbas Polemik Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Sebut 600 Awardee Tengah Diselidiki
-
Di Balik War Takjil: Ada Mesin Ekonomi Rakyat yang Bergerak Tanpa Henti
-
Direktur LPDP Ungkap 600 Awardee Diselidiki Usai Kasus Viral Dwi Sasetyaningtyas
-
Siapa Pengemplang Pajak Rp2,6 M yang Sahammya Diblokir Purbaya?
-
Dorong Ekonomi Digital, Gubernur Bank Indonesia Perkuat Talenta Muda
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
Terkini
-
WFH ASN Tidak Berlaku di Kementerian PU,Menteri Dody Ungkap Alasan Tugas
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027
-
RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika
-
Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran
-
Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI
-
Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan
-
BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji
-
Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal