Suara.com - Kasus yang menyeret pasangan alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Sasetyaningtyas (Tyas) dan suaminya, Arya Pamungkas Iwantoro (Arya Iwantoro), memasuki babak baru.
Setelah video sang istri yang menyinggung nasionalisme viral di media sosial, Arya dikabarkan bersedia memulangkan seluruh biaya studi yang pernah diterimanya dari negara.
Langkah ini diambil setelah sosoknya menjadi pusat perhatian publik menyusul pernyataan Tyas yang dianggap merendahkan kewarganegaraan Indonesia.
Sebagai informasi, Arya merupakan lulusan program Magister dan Doktoral dari Utrecht University, Belanda, melalui pendanaan penuh dari LPDP.
Pengembalian Dana dan Denda Bunga
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengonfirmasi kesediaan Arya untuk melakukan pengembalian dana tersebut. Informasi ini didapat Menkeu setelah berkomunikasi dengan Plt. Direktur Utama LPDP, Sudarto.
Purbaya menekankan bahwa pengembalian ini tidak hanya mencakup modal pokok, tetapi juga beban bunga sesuai regulasi yang berlaku.
"Pak Dirut LPDP sudah bicara dengan suami terkait dan dia sepertinya sudah setuju untuk mengembalikan uang yang dipakai LPDP nilainya jadi termasuk bunganya. Kan saya juga taruh uang di bank ada bunganya," tegas Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Berdasarkan rincian pembiayaan standar untuk studi di Eropa dan asumsi bunga konservatif sekitar 6% per tahun dalam durasi lima tahun, total dana yang harus disetorkan kembali ke kas negara diperkirakan mencapai Rp2,8 miliar. Rincian komponen biaya tersebut meliputi:
Baca Juga: Direktur LPDP Ungkap 600 Awardee Diselidiki Usai Kasus Viral Dwi Sasetyaningtyas
- Pendidikan & Hidup: Biaya kuliah (tuition fee) berkisar Rp380–665 juta per tahun, ditambah tunjangan biaya hidup bulanan sekitar Rp384 juta per tahun.
- Fasilitas Tambahan: Dana kedatangan (settlement allowance) sebesar Rp64 juta, asuransi kesehatan tahunan Rp29 juta, serta tunjangan buku dan tesis.
- Logistik: Biaya transportasi internasional, pengurusan visa, dan biaya administrasi terkait lainnya.
Sanksi Tegas: Ancaman Blacklist Permanen
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh penerima (awardee) maupun alumni LPDP.
Menkeu Purbaya memastikan akan menerapkan sanksi administratif berat bagi mereka yang terbukti melanggar komitmen atau menghina martabat bangsa.
"Nanti akan saya blacklist dia, di seluruh pemerintahan tidak akan bisa masuk. Nanti akan kalian lihat blacklist-nya seperti apa, jadi jangan menghina negara Anda sendiri. Saya pastikan yang ini akan di-blacklist betulan dengan serius," pungkas Menkeu.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
-
Gurita Bisnis Dwi Sasetyaningtyas, Suami Disanksi Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
-
Beda Silsilah Keluarga Dwi Sasetyaningtyas dan Arya Iwantoro, Alumni LPDP yang Viral
-
Apakah Alumni LPDP Harus Kembali ke Indonesia? Pahami Aturannya!
-
Imbas Polemik Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Sebut 600 Awardee Tengah Diselidiki
-
Deretan Fasilitas Penerima Beasiswa LPDP seperti Dwi Sasetyaningtyas
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027
-
RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika
-
Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran
-
Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI
-
Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan
-
BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji
-
Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal
-
Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material
-
Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja