Suara.com - Isu merger atau penggabungan antara Indihome dengan Telkomsel mencuat beberapa waktu terakhir. Penyedia layanan internet tersebut yang sedianya berada di bawah PT Telkom Indonesia (TLKM) direncanakan bakal dimerger dengan anak perusahaan Telkom yakni Telkomsel.
Namun, rencananya merger ini sepertinya tak akan terjadi dalam waktu dekat. Paling cepat merger akan dilakukan pada 2023. Saat ini pun saham TLKM dibuka melemah di level 4.550.
Merger antara Indihome dan Telkomsel ini juga bertujuan untuk mengubah sistem di perusahaan Telekomunikasi pelat merah tersebut. Direktur Utama PT Telkom Ririek Ardiansyah, dalam acara Telkom Group Investor Day di Nusa Dua, Bali, Jumat (19/8/2022) menyatakan ada dua alasan penting yang menjadi pertimbangan atas keputusan merger ini.
Pertama, adalah fungsi fundamental sebagai pembayar pajak terbesar. Kemudian kedua merupakan salah satu perusahaan dengan dividen atau keuntungan paling besar.
Ririek beranggapan jika kedua perusahaan tersebut digabung, maka potensi modal ganda akan meningkatkan skala bisnis perusahaan tersebut. Kemudian, valuasi yang meningkat juga akan menambah kapitalisasi di pasar modal.
Walau demikian, Ririek menekankan penggabungan usaha tidak hanya akan melepaskan aset Indihome ke Tekomsel. Pasalnya 35 persen saham Telkomsel dimiliki oleh Singtel Singapura, sedangkan 65 persen digenggam Telkom. Penggabungan bukan berarti menjual Indihome ke Singtel.
Model penggabungan usaha direncanakan dapat berupa penjualan aset bisnis kepada Telkomsel. Skema yang sama pernah diterapkan Telkomsel ketika melepas 6.000 tower kepada PT Mitratel Tbk dengan total Rp10,28 triliun. Apabila menggunakan skema penjualan aset Indihome, Ririek berencana menginvestasikan dana tersebut.
Merger Perusahaan
Istilah merger sering digunakan untuk mengembangkan perusahaan. Merger adalah kesepakatan untuk menggabungkan dua perusahaan menjadi satu perusahaan baru.
Baca Juga: Kebocoran Data PLN-Indihome, Pengamat: RUU PDP Mesti Diselesaikan Segera
Berdasarkan pengertian merger ini, praktiknya sudah dilakukan oleh Indosat yang bergabung dengan 3 yang kemudian mengubah namanya menjadi Indosat Ooredoo Hutchison. Merger dua perusahaan ini disebutkan akan menghemat pengeluaran sehingga memungkinkan nilai lebih untuk investasi. Di lain sisi pelanggan akan mendapatkan pelayanan dengan jangkauan yang lebih luas.
Merger sebelumnya juga dilakukan Gojek dan Tokopedia menjadi Goto pada Mei 2021. Perluasan bisnis dilakukan Goto karena kini mereka memiliki dua juta mitra driver dan lebih dari sebelas juta mitra usaha.
Istilah merger biasanya dekat dengan akuisisi. Namun, sebenarnya keduanya memiliki pengertian yang berbeda. Jika merger adalah penggabungan entitas bisnis dengan penggabungan keuntungan, akuisisi adalah pengambilalihan satu perusahaan kepada perusahaan lain sehingga diikuti dengan pengambilan aset dari perusahaan yang diakuisisi.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Mengapa Data Pribadi Perlu Dilindungi? Begini Penjelasannya
-
Ada yang Baru! Ini Cara Transfer Pulsa Telkomsel Agustus 2022
-
Kasus Data Bocor Kembali Mencuat, Gus Muhaimin Ingatkan Urgensi RUU PDP
-
Daftar Kasus Kebocoran Data di Indonesia hingga Agustus 2022: Dari BI sampai Indihome
-
Kebocoran Data PLN-Indihome, Pengamat: RUU PDP Mesti Diselesaikan Segera
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai
-
Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI
-
Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan
-
Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%
-
Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan
-
UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
-
Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026
-
BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026
-
ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis
-
OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri