Suara.com - Survei National Association for Business Economics (NABE) yang disampaikan pada Senin (22/8/2022) menunjukkan sekitar seperlima panelis yakin Amerika Serikat sudah dalam resesi, sementara 47 persen memperkirakan resesi akan dimulai pada akhir 2022 atau triwulan pertama 2023.
Sementara, sekitar 73 persen panelis mengatakan, mereka tidak yakin dengan kemampuan Bank Sentral AS untuk menurunkan inflasi ke target 2,0% dalam dua tahun tanpa memicu resesi.
Pada Maret, rekor 77 persen dari panel memandang kebijakan moneter terlalu stimulatif. Sejak itu, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan pembuat kebijakan Fed, telah menyetujui empat kenaikan suku bunga berturut-turut, mengangkat suku bunga acuan sebesar 225 basis poin ke kisaran target 2,25 persen hingga 2,50 persen.
Berita Terkait
-
Minhyuk MONSTA X Terpilih sebagai Pembawa Acara The Boyfriend Show Musim 2
-
Lisa BLACKPINK Jadi Orang Asia Pertama yang Hiasi Main Issue V Magazine!
-
Jennie BLACKPINK Gunakan Nama Panggung Lain untuk Karir Aktingnya
-
Ini Daftar Negara yang Dibayang-bayangi Resesi Seks Selain China
-
DPR Sindir Jokowi Soal Harga Beras, Masih Mahal Jika Dibandingkan Negara ASEAN
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah
-
Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank
-
Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak
-
Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia
-
MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO
-
Emiten BCIC Sulap Tabungan Nasabah Jadi Aksi Konservasi Mangrove dan Laut
-
Tak Cuma Pembangkit, Transmisi Disebut Kunci Cegah Blackout Sumatra
-
Dua Kali Purbaya Kebobolan Soal APBN, Sapi Kurban Prabowo dan Motor Listrik MBG
-
Investor Jepang: Indonesia Hadapi Kemandekan Ekonomi yang Berbahaya
-
Pertamina Drilling dan Halliburton Indonesia Sepakat Jalin Kerja Sama Strategis