- OKX luncurkan Equity Perps, trading derivatif saham global 24/7 nonstop.
- 17 aset termasuk TSLA, NVDA, dan Apple dirilis bertahap mulai 25 Februari.
- Fitur Unified Account mungkinkan saldo Earn jadi kolateral trading saham.
Suara.com - Peta persaingan pasar keuangan global memasuki babak baru. Seiring meroketnya minat terhadap Real-World Assets (RWA), bursa kripto raksasa OKX resmi meluncurkan Equity Perpetual Contracts atau Equity Perps.
Inovasi ini memungkinkan investor memperdagangkan kontrak derivatif saham global secara 24/7 melalui satu Unified Account.
Langkah ini menandai era convergence economy, di mana efisiensi teknologi kripto diintegrasikan ke dalam pasar keuangan tradisional (TradFi). Peluncuran dilakukan secara bertahap mulai 25 Februari, dengan kampanye global yang akan menggebrak pada 3 Maret mendatang.
Sebanyak 17 kontrak perpetual saham akan meluncur dalam tiga gelombang untuk memastikan likuiditas yang optimal. Pada 25 Februari saham HOOD, TSLA, dan MSTR, pada 26 Februari saham INTC, PLTR, AMZN, COIN, dan CRCL dan pada 2 Maret raksasa teknologi seperti NVDA, GOOGL, MSFT, AAPL, META, serta ETF bergengsi seperti QQQ (Nasdaq-100) dan SPY (S&P 500).
Selama ini, investor saham seringkali terhambat oleh jam operasional bursa yang terbatas. Equity Perps hadir untuk meruntuhkan tembok tersebut dengan tiga keunggulan utama dimana pengguna bisa merespons dinamika pasar secara real-time kapan saja, termasuk akhir pekan, tanpa perlu menunggu lonceng pembukaan bursa saham AS.
Selain itu melalui fitur double-dip sistem unified account, saldo yang tersimpan di fitur Earn bisa langsung menjadi kolateral. Artinya, investor bisa mendulang yield sekaligus membuka posisi trading dalam satu waktu.
Dan bisa melakukan efisiensi modal maksimal dengan fitur cross-margining, seluruh portofolio aset pengguna menjadi jaminan posisi, sehingga menekan risiko likuidasi akibat margin yang terisolasi.
Regional Growth Manager OKX Wallet, Ferry, menegaskan bahwa langkah ini adalah tonggak penting dalam mempercepat penyatuan ekosistem kripto dan pasar modal.
"Kami membangun arsitektur Unified Account agar pengguna dapat mengelola seluruh aset dalam satu margin pool, memperdagangkan saham global 24/7, dan tetap menjaga efisiensi modal secara maksimal," ujar Ferry dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Bursa Transfer Juventus: Michele Di Gregorio Jadi Biang Kerok, Alisson Becker Masuk Radar
Sebagai catatan edukasi, Equity Perpetuals merupakan produk derivatif yang mereplikasi harga saham tanpa kepemilikan aset langsung. Mengingat instrumen ini menggunakan mekanisme leverage dan funding rate, investor diingatkan untuk memahami risiko likuidasi sebelum bertransaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Tumbuh Double Digit Sepanjang 2025, BRI Bukukan Laba Rp57,13 Triliun
-
Berbalik Melonjak, Ini Daftar Lengkap Harga Emas Antam Terbaru Hari Ini
-
Pembatasan Tar-Nikotin Dinilai Ancam Industri Kretek dan Lapangan Kerja
-
Dolar AS Melemah, Rupiah Menguat ke Level Rp16.754
-
Bos Agrinas Pangan Akui Sekitar 1.000 Unit Pikap Asal India Tiba di RI
-
IHSG Fluktuatif di Awal Perdagangan, Cermati Support 8.200
-
Gen Z Terjepit 'Sandwich Generation' Begini Strategi Prudential Siapkan Dana Mapan
-
Studio Toge Productions Pertimbangkan Pergi dari Indonesia Usai Ngaku 'Dipalak' Pajak
-
Strategi Live Maraton dan Konten Kreatif Jadi Kunci Dongkrak Transaksi E-Commerce di Musim Ramadan
-
Mantan Bos GoTo Bongkar Asal-Usul Dana Rp809 M di Sidang Chromebook: Hasil 32 Juta Lembar Saham Baru