Suara.com - Pertumbuhan industri kulit, barang jadi kulit, dan alas kaki pada 2022 semester II tumbuh sebesar 13,12 persen yang didorong tingginya permintaan ekspor serta daya tarik investasi yang semakin baik dan pengalihan order dari beberapa brand global ke Indonesia.
Adapun nilai ekspor kulit, barang jadi kulit, dan alas kaki sampai dengan Juni tahun 2022 sebesar 4,62 miliar dolar AS atau naik 41,26 persen dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya sebesar 3,26 miliar dolar AS, dengan distribusi ekspor berupa alas kaki 86 persen, barang jadi kulit 13 persen dan kulit samak 1 persen.
Melihat pertumbuhan tersebut, Kementerian Perindustrian menggelar Pameran Sepatu Kulit dan Fashion 2022 di Plasa Perindustrian, Jakarta, pada 6-9 September 2022. Pameran ini diharapkan dapat menjadi langkah yang tepat sebagai sarana pengenalan produk dan bussines matching industri, sebagai jembatan antar sesama pelaku usaha (B2B) dan antar pelaku usaha dengan konsumen (B2C) dan sebagai sarana untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri pada sektor kulit, barang jadi kulit dan alas kaki. Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Kemenperin Dody Widodo di Jakarta, Selasa (6/9/2022), mengutip dari Antara.
Menurut Dody, pameran yang diikuti oleh para pengusaha dan asosiasi dari Industri alas kaki, kulit dan produk kulit serta pakaian ini merupakan langkah konkrit yang dilakukan oleh pemerintah bersama dunia usaha dalam upaya meningkatkan promosi dan penyebaran informasi tentang kemampuan industri sepatu, kulit dan barang jadi kulit serta pakaian jadi dalam negeri, sehingga pada gilirannya dapat meningkatkan daya saing produk tersebut.
Ada 47 stan yang terdiri dari 15 perusahaan industri alas kaki; 18 perusahaan industri barang jadi kulit; lima perusahaan industri penyamak kulit; empat perusahaan industri sarung tangan; empat perusahaan industri pakaian jadi; satu perusahaan industri komponen alas kaki.
Pada acara pembukaan tersebut juga diadakan penandatanganan nota kesepahaman antara Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI) dengan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) yang bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan pasokan bahan baku kulit industri alas kaki oleh industri penyamak kulit nasional.
Dody dan sejumlah eselon I Kemenperin juga melakukan pencanangan penggunaan produk alas kaki dalam negeri di lingkungan Kementerian Perindustrian khususnya penggunaan alas kaki atau sepatu buatan dalam negeri.
Menurut Dody, pencanangan tersebut untuk mendukung produk alas kaki buatan dalam negeri sekaligus mempromosikan keunggulan sepatu buatan Indonesia.
"Aturannya sudah ada, sudah lengkap, Bangga Buatan Indonesia itu termasuk, sekarang tinggal bagaimana memaksimalkan aturan tersebut. Bayangkan setiap satu orang masyarakat Indonesia menggunakan sepatu lokal. Maka akan ada 200 juta orang yang menggunakan sepatu dalam negeri," kata Dody.
Baca Juga: Buka Pameran Foto Haji, Menag Apresiasi Karya Tim MCH 2022: Top!
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, Dari Rumah Charging hingga SPKLU
-
Saham HOTL Terancam Delisting, Manajemen Tegaskan Itikad Baik ke BEI
-
Fundamental Bank Mandiri Tetap Kuat di 2025, Dorong Intermediasi & Dukung Program Pemerintah
-
6 Fakta Skandal IPO REAL, Manipulasi Berbuntut Izin UOB Kay Hian Dibekukan
-
Menko Airlangga ke Anggota APEC: Ekonomi Dunia Menuntut Perubahan Besar
-
Moodys Beri Rating Negatif, Pemerintah: Ekonomi Tetap Solid di Level Investment Grade
-
Mengenal Kakeibo, Seni Menabung Tradisional Jepang untuk Mencapai Kebebasan Finansial
-
Saham BUMI Banting Harga Ekstrem, Lalu Diserok Investor Asing
-
Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?
-
Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto