Suara.com - Pemerintah berencana mengganti kompor gas LPG menjadi kompor induksi. Rencana itu tentunya membuat produsen kompor listrik makin kaya. Salah satu produsen kompor listrik yang terkenal adalah PT Hartono Istana Teknologi atau akrab dikenal Polytron.
Bukan hanya Polytron, ada produsen kompor listrik lain yang akan diuntungkan jika rencana pemerintah itu terealisasi. Apalagi kini distribusi gas melon bersubsidi 3 kilo sudah mulai dibatasi. Yuk simak perusahaan yang dapat cuan dari program kompor induksi berikut ini.
1. PT Hartono Istana Teknologi
PT Hartono Istana Teknologi atau dikenal sebagai Polytron merupakan perusahaan milik orang terkaya di Indonesia yakni Hartono bersaudara. Hingga saat ini Robert Budi Hartono dan Michael Hartono masih menjadi orang terkaya nomor 1 di Indonesia.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier mengungkap ada 5 perusahaan yang menyatakan minat untuk memproduksi kompor induksi dengan kapasitas 300 ribu hingga 1,2 juta per tahun termasuk Polytron. Disebutkan bahwa PT Hartono Istana Teknologi akan memproduksi 1 juta perangkat kompor induksi.
2. PT Adyawinsa Electrical and Power
PT Adyawinsa Electrical and Power merupakan salah satu anak cabang dari perusahaan Adyawinsa Group yang berfokus pada instalasi dan perbaikan jaringan telekomunikasi dan kelistrikan. Taufik menyebut perusahaan ini akan memproduksi 1,2 juta perangkat kompor listrik.
3. PT Maspion Elektronik
PT Maspion Elektronik Maspion Electronics adalah produsen peralatan elektronik rumah tangga yang menawarkan beragam pilihan produk. Perusahaan ini merupakan salah satu produsen perkakas yang cukup besar di Indonesia. Dengan rencana pemerintah tersebut, PT Maspion Elektronik akan memproduksi 300 ribu perangkat kompor listrik.
Baca Juga: Wakili Emak-Emak, Mulan Jameela Kritik Program Kompor Induksi: Masakan Indonesia Beda
4. PT Selaras Citra Nusantara Persada
PT Selaras Citra Nusantara Persada merupakan perusahaan manufaktur yang berlokasi di Cileungsi, Jawa Barat, Indonesia. Perusahaan ini bergerak dalam bidang industri ala-talat listrik untuk keperluan rumah tangga. Rencananya perusahaan yang didirikan pada 24 Januari 2000 ini akan memproduksi 300 ribu perangkat kompor listrik.
5. PT Sutrado
PT Sutrado adalah produsen kabel premium yang memproduksi beragam jenis kabel listrik kualitas tinggi dengan service purna jual terdepan. Perusahaan ini pun akan akan memproduksi 1 juta perangkat kompor listrik.
Selain 5 perusahaan tersebut, masih ada 6 perusahaan lain yang berminat untuk memproduksi kompor induksi tapi belum menyatakan kemampuan kapasitasnya. Mereka adalah PT Rinnai Indonesia, PT Star Cosmos, PT Sanken Argadwija, PT Kencana Gemilang, PT Teka P&T International, dan PT Winn Appliance.
Sebenarnya tahun ini Indonesia bisa memproduksi 300 ribu unit kompor listrik baru. Nantinya kapasitas tersebut akan ditingkatkan jika pemerintah telah mengeluarkan spesifikasi khusus mengenai kebutuhan kompor listrik pengganti LPG.
Tag
Berita Terkait
-
Wakili Emak-Emak, Mulan Jameela Kritik Program Kompor Induksi: Masakan Indonesia Beda
-
HORE! Jika Diduga Korupsi, Buruan Kembalikan Kerugian Negara: Kasus Tak Berlanjut
-
Perusahaan Keluarga Hartono yang Untung Berkat Kebijakan Kompor Listrik
-
5 Kompor Listrik Watt Paling Kecil, Hanya 500 Watt Harganya Terjangkau
-
Kelebihan dan Kekurangan Kompor Listrik, Simak Penjelasannya
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif
-
BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa