Suara.com - Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) beli ayam hidup dari peternak mandiri, mikro dan kecil layaknya dengan pengusaha unggas, koperasi dan asosiasi guna menjaga stabilitas harga di tingkat peternak.
Kepala NFA Arief Prasetyo Adi menjelaskan, fasilitasi NFA dalam minggu ini telah berhasil menyerap ayam hidup dari peternak mandiri mikro dan kecil oleh PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) dan PT Malindo Feedmill Tbk dengan total sebanyak 5.200 ekor.
Ia menambahkan, pembelian ayam hidup ini sangat penting untuk menjaga stabilitas harga ayam hidup di tingkat peternak yang belakangan mengalami fluktuasi akibat kelebihan stok.
“Kami mengapresiasi pembelian ayam hidup dari peternak mandiri kecil yang telah dilakukan CPI dan Malindo. Langkah ini penting untuk mengembalikan stabilitas harga guna menyelamatkan para peternak ayam kita,” kata Arief.
Berdasarkan data yang diterima, CPI telah melakukan penyerapan 3.920 ekor ayam hidup dengan bobot total sekitar 6.008 kg di peternakan yang berlokasi di Bogor.
Sedangkan Malindo Feedmill menyerap 1.280 ekor ayam hidup atau dengan bobot total sekitar 2.688 kg di peternakan yang berlokasi di Gunung Kidul, Yogyakarta.
Arief menjelaskan, apabila melihat harga ayam hidup dalam satu hingga dua minggu terakhir trennya sudah mulai naik.
“Berdasarkan data Panel Harga Pangan NFA pada 11 September lalu harga terendah berada di Rp 17.000/kg, per 23 September ini ada kenaikan menjadi Rp 17.250/kg. Artinya ada kenaikan dan ini bagus untuk keberlangsungan usaha para peternak,” ujar dia, dikutip dari Antara.
Proses penyerapan ayam hidup peternak mandiri mikro dan kecil ini, kata Arief, akan terus berlangsung sampai harga ayam hidup di tingkat peternak sesuai harga acuan pembelian (HAP).
Baca Juga: Kandang Ternak Terbakar, 9 Ekor Sapi Milik Guru SLB di Agam Mati
Aksi penyerapan ayam hidup ini merupakan bentuk tindak lanjut dari penadatanganan Nota Kesepahaman Penyerapan Live Bird antara NFA bersama 10 perusahaan yang terdiri dari BUMN dan swasta, antara lain PT Berdikari sebagai member Holding BUMN Pangan, CPI, Japfa, Super Unggas Jaya, Malindo Feedmil, New Hope Indonesia, Intertama Trikecana, Cibadak Indah Sari Farm, Wonokoyo Jaya Corp, dan Sreeya Sewu.
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut juga turut melibatkan perwakilan Kemenko Perekonomian, Kementerian Pertanian, dan Satuan Tugas Pangan Polri.
Berdasarkan data Panel Harga Pangan NFA per 23 September 2022, harga rata-rata nasional ayam hidup tingkat produsen Rp21.340/kg, dengan harga tertinggi Rp29.000/kg di provinsi Kalimantan Selatan dan terendah Rp17.250/kg di provinsi Sumatera Selatan. Sedangkan harga rata-rata nasional daging ayam ras di tingkat konsumen terbilang stabil di angka Rp35.208/kg.
Berita Terkait
-
Kendalikan Inflasi di Indonesia, Badan Pangan Nasional Minta Pemda Awasi Distribusi Bahan Pangan
-
Jamin Ketersedian Kedelai, Cabai dan Bawang, BUMN Diminta Beli Semua Stok
-
Kasus PMK di Sumedang Sudah Melandai
-
Kronologi Truk Terguling di Purbalingga, Muatan Pakan Ternak Tumpah ke Jalan
-
Kandang Ternak Terbakar, 9 Ekor Sapi Milik Guru SLB di Agam Mati
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
Terkini
-
Rupiah Belum Bangkit Hari Ini, Nyaris Rp 17.000/USD
-
Purbaya Pastikan Ada Efisiensi MBG, Negara Hemat Rp 40 Triliun per Tahun
-
Siap-siap! Harga BBM di RI Bakal Melakukan Penyesuaian 1 April 2026
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Selat Hormuz Membara, Emiten BABY Buka-bukaan Nasib Bisnis Pakaian Anak
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
-
Incar Dana Global, Merdeka Gold Resources (EMAS) Mau Listing di Bursa Hong Kong
-
Bos BlackRock Wanti-wanti Harga Minyak US$ 150, Dunia Diambang Resesi Hebat?
-
PT KAI: Arus Balik Belum Capai Puncaknya