Suara.com - Apple akan mulai memproduksi iPhone 14s di India, di tengah meningkatnya kritik atas dampak ekonomi dan sosial dari kebijakan nol kasus COVID-19 di China.
Sebagian besar smartphone dan tablet keluaran Apple dirakit oleh kontraktor yang memiliki pabrik di China.
Tapi pada tahun 2020, Apple mulai meminta pemindahan produksi ke beberapa lokasi di Asia Tenggara atau tempat lain akibat pandemi COVID-19 yang mengganggu aliran produksi global.
"Kami senang bisa memproduksi iPhone 14 di India," kata Apple dalam sebuah pernyataan, Senin kemarin (26/09).
Apple belum memberikan rinciannya, tapi sejumlah laporan menyebutkan perusahaan tersebut juga berencana untuk merakit tablet iPad dan earphone nirkabel di Vietnam.
Sementara itu, perusahaan lain terus mempertahankan produksinya di China untuk memenuhi kebutuhan domestik, sambil juga mengalihkan produksi barang untuk ekspor ke negara lain akibat kenaikan upah dan biaya produksi, serta sulitnya pimpinan perusahaan asing mengunjungi China karena kebijakan ketat yang masih diberlakukan.
'Semuanya saling terkait'
Profesor Yang Dali dari Universitas Chicago, yang menulis tentang politik dan ekonomi di China, mengatakan dampak kebijakan China untuk ambisi nol kasus COVID-19 telah berdampak signifikan bagi ekonomi.
Angka pendapatan domestik di China yang positif tidak sepenuhnya mencerminkan kesulitan ekonomi yang sedang dihadapinya, kata Profesor Yang.
"Pariwisata, misalnya, telah hancur," katanya.
Baca Juga: Mikrofon Apple Watch Ultra dan Series 8 Bermasalah
"Banyak bisnis yang membutuhkan kontak manusia sangat terpengaruh dan tingkat pengangguran juga sangat tinggi.
"Semuanya saling terkait."
Kebijakan di China jarang dikritik warganya sendiri, tetapi sebuah lembaga di China, pusat penelitian Anbound, baru-baru ini mengeluarkan laporan yang mengatakan kebijakan nol COVID China harus diubah untuk mencegah "ekonomi yang mandek".
Laporan itu kemudian disensor.
"Orang-orang yang kehilangan bisnisnya tidak dapat membayar cicilan rumah mereka, yang juga menyebabkan kontraksi di sektor property dan berdampak pada pasar," kata Profesor Yang.
"Dampaknya cukup luas."
Berita Terkait
-
Samsung Salip Apple Saat Pasar Smartphone Terpuruk, Kok Bisa?
-
Apple Uji Coba RAM dari China, Strategi Baru Hadapi Lonjakan Harga Memori
-
Apple Siapkan iPhone Air 2: 4 Kelebihan dari Pendahulunya, Benarkah Jadi Jawaban Kritik Pengguna?
-
Anya Taylor-Joy Kembali ke Layar Kaca Lewat Serial Lucky, Tayang 15 Juli
-
6 Risiko Pakai iPhone WiFi Only, Jangan Buru-Buru Tergiur Harga Murah
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda
-
Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya
-
Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak
-
Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah
-
Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle
-
Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur
-
Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan