Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari Rabu ini terpeleset ke zona merah setelah melorot ke level 7.036, setelah dibuka menguat pada level 7.077 pada perdagangan tadi pagi.
Mengutip data RTI, Kamis (29/9/2022) IHSG parkir di level 7.036 dengan melorot 40 basis poin atau melemah 0,58 persen.
IHSG bergerak dari batas bawah di level 7.023 hingga batas atas pada level 7.135 setelah dibuka pada level 7.077 pada pembukaan tadi pagi.
Sepanjang hari ini sebanyak 23 miliar saham ditransaksikan dengan volume perdagangan mencapai 1,2 juta kali dan nilai mencapai Rp12,6 triliun.
Pada hari ini sebanyak 149 saham berhasil menguat, sementara 423 saham bergerak melemah dan 114 saham bergerak stagnan.
Saham-saham yang tergolong top gainer antara lain saham FIRE naik 57 point atau menguat 34,96 persen ke level 220. NETV menguat 25,00 persen atau naik 58 point ke level 290.
Selanjutnya saham SINI menguat 24,57 persen atau bertambah 86 point ke level 436. KJEN menguat 20,96 persen atau naik 52 point ke level 300. BPII yang naik 1.900 point atau menguat 19,79 persen ke level 11.500.
Saham-saham yang tergolong top losser antara lain saham LINK -310 point atau melemah 6,99 persen ke level 4.120. KRYA melemah 6,99 persen atau koreksi 20 point ke level 266.
Selanjutnya saham COAL terkoreksi 32 point atau melemah 6,98 persen ke level 426. SCCO turun 600 point atau melemah 6,97 persen ke level 8.000. ASLC melemah 11 point atau turun 6,96 persen ke level 147.
Baca Juga: Dua Faktor Kunci Penguatan Nilai Tukar Rupiah Hari Ini
Di sisi lain, Indeks LQ45 tercatat melemah 0,44 persen ke level 1.009,035. Sedangkan, JII naik 0,12 persen ke level 611,502.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
OJK: Bulan Ini Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen Dibuka ke Publik
-
PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH
-
Kemenkeu Akui Inflasi Januari 2026 Naik Akibat Kebijakan Diskon Listrik
-
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 52,6 per Januari 2026, Unggul dari Vietnam
-
OJK Klaim Pertemuan dengan MSCI Berbuah Positif
-
Pandu Sjahrir Ingatkan Investor, Koreksinya IHSG Jadi Momentum Borong Saham
-
Purbaya Diminta Bereskan Piutang Dana BLBI, Berpotensi Rugikan Hak Keuangan Negara
-
BRI Apresiasi Nasabah Lewat Undian dan Kick Off BRI Consumer Expo 2026
-
Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?