Suara.com - Harga emas dunia melorot lebih dari 1 persen pada perdagangan hari Rabu, terbebani lonjakan dolar dan imbal hasil US Treasury menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika yang dapat memengaruhi jalur kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Mengutip CNBC, Kamis (6/10/2022), harga emas di pasar spot turun 0,8 persen menjadi USD1.712,93 per ounce setelah mencapai puncak tiga minggu di USD1.729,39 pada sesi Selasa ini.
Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,6 persen lebih rendah menjadi USD1.720,80 per ounce.
"Kita melihat kebangkitan dalam dolar dan imbal hasil, sebagai hasilnya, kita melihat mundurnya emas setelah cukup agresif bergerak lebih tinggi selama beberapa sesi terakhir," kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.
Indeks dolar menguat membuat emas kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Dolar melonjak lebih dari 1 persen terhadap sekeranjang pesaingnya, setelah membukukan hari terburuk sejak Maret 2020 pada sesi Selasa. Imbal hasil US Treasury 10-tahun juga naik.
Data menunjukkan pengusaha swasta Amerika meningkatkan perekrutan pada September, memperlihatkan permintaan untuk pekerja tetap kuat meski suku bunga naik dan kondisi keuangan yang lebih ketat.
Fokus sekarang bergeser ke data non-farm payrolls Departemen Tenaga Kerja AS untuk periode September, yang dirilis Jumat.
"The Fed sangat fokus pada pasar tenaga kerja saat ini. Kita melihat sedikit petunjuk tentang perlambatan di bidang manufaktur. Namun, jika kita melihat jumlah pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan, itu mungkin mengecewakan pasar emas," kata Meger.
Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, karena hal ini meningkatkan opportunity cost untuk memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga: Meroket Rp10.000, Harga Emas Antam Jadi Rp955.000/Gram Hari Ini
Sementara itu harga perak di pasar spot anjlok 2,7 persen menjadi USD20,54 per ounce, setelah melejit ke puncak tiga bulan di sesi sebelumnya. Platinum menyusut 1,5 persen menjadi USD915,97 per ounce, dan paladium melorot 2,8 persen menjadi USD2.250,67.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
IES 2026 Menjadi Ruang Dialog Ekonomi, Energi, dan Daya Saing Indonesia
-
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia
-
Permintaan Obligasi Indonesia Turun ke Titik Terendah dalam Setahun Terakhir
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Pertamina Gagalkan Pencurian 10 Ton Minyak Mentah di Prabumulih
-
Arief Muhammad Rambah Bisnis Baru, Portofolio Usaha Makin Besar
-
Pandu Sjahrir Beberkan Mekanisme Danantara Investasi di Pasar Saham
-
Danantara Tak Mau Ikut Campur Soal Saham Gorengan yang Diusut Bareskrim
-
Tak Lagi Andalkan Listrik, Bisnis Beyond kWh Didorong Jadi Sumber Pertumbuhan
-
Setelah Perbaiki KRAS, Danantara Bangun Pabrik Baja Baru