Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memberikan sinyal positif mengenai kondisi perekonomian Indonesia. Ia optiomis jika Indonesia bisa mengalami pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2022 lebih dari 5,4 persen.
Ia yakin jika perekonomian akan tumbuh lebih tinggi 5,4 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
"Kuartal ketiga ini kami harapkan momentum pemulihan ekonomi masih akan kuat," ujar Sri Mulyani dalam Seminar Strategi Capai Ekonomi Kuat & Berkelanjutan di Tengah Risiko yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat (28/10/2022).
Menurutnya, ekonomi Indonesia belakangan ini menunjukkan pertumbuhan yangsemakin baik. Ini setrelah dalam tiga triwulan berturut-turut, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh di atas 5 persen (yoy).
Pertumbuhan ekonomi yang baik tersebut dimulai dari triwulan IV-2021 yang meningkat sebesar 5,02 persen (yoy), kemudian sebesar 5,01 persen (yoy) pada triwulan I-2022, serta sebesar 5,44 persen (yoy) di triwulan II-2022.
Di triwulan ketiga tahun ini, Sri Mulyani pun melihat perekonomian domestik masih terus pulih, bahkan di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang sebesar 30 persen pada awal September 2022.
"Meski BBM naik, dimana-mana masih macet dan permintaan konsumen serta keyakinannya pun masih sangat kuat," terangnya.
Maka dari itu, Sri Mulyani menilai kondisi tersebut menggambarkan ekonomi Indonesia masih bullish, meski untuk membuat harga komoditas di dalam negeri stabil, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus menjadi peredam kejut atau shock absorber.
Berkat APBN, masyarakat tidak merasakan guncangan yang besar di global lantaran guncangan tersebut diserap oleh kas negara dengan biaya yang sangat besar. [ANTARA]
Baca Juga: Sri Mulyani Cerita APBN Tiga Tahun Terakhir Jumpalitan
Berita Terkait
-
Sri Mulyani Cerita APBN Tiga Tahun Terakhir Jumpalitan
-
Ancaman Resesi Ekonomi di 2023, Pemkot Bandung Imbau Warga Tak Panic Buying
-
Pemkot Bandung Punya Jurus Jitu Menghadapi Ancaman Resesi Ekonomi
-
Erick Thohir: Mending Wisata di Dalam Negeri Ketimbang di Luar Negeri
-
Menteri Luhut Memuji China, Ungkap Peran dalam Ekonomi Indonesia
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor
-
Awas, Risiko Kebocoran Solar Subsidi Imbas Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan
-
BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang
-
Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'
-
Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara
-
Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya
-
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump
-
Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA
-
Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi