- SiCepat tunjuk Barry Lim jadi CEO baru & transformasi bisnis ke segmen B2B serta pasar global.
- Targetkan pendapatan naik 25% tahun ini melalui ekspansi layanan retail & pengiriman internasional.
- Optimalkan jaringan drop point se-Indonesia pada Q2-2026 & gelar aksi sosial di 12 titik wilayah.
Suara.com - Pemain utama logistik tanah air, SiCepat Ekspres, resmi mengumumkan jajaran manajemen baru sekaligus tancap gas melakukan transformasi bisnis besar-besaran di tahun 2026. Langkah strategis ini menandai pergeseran fokus perusahaan yang kini mulai melirik potensi besar di segmen Business-to-Business (B2B) dan ekspansi layanan internasional.
Dalam acara Press Conference & Buka Bersama Media di Jakarta, Barry Lim diperkenalkan sebagai CEO SiCepat Ekspres yang baru. Di bawah kepemimpinannya, SiCepat berkomitmen untuk tampil lebih adaptif dalam menghadapi dinamika industri logistik yang kian kompetitif.
"Kami melakukan transformasi bisnis agar lebih adaptif terhadap dinamika industri. Melalui ekspansi segmen B2B, optimalisasi retail, serta pengembangan layanan internasional, kami ingin menghadirkan solusi logistik yang semakin relevan dan kompetitif," ujar Barry Lim.
Setelah lebih dari satu dekade mendominasi segmen e-commerce dan social commerce, SiCepat kini memperlebar sayap ke sektor manufaktur, FMCG, hingga retail chain. Perusahaan menghadirkan layanan logistik supply chain yang terintegrasi hingga custom logistic guna memenuhi kebutuhan distribusi skala besar.
Tak hanya menyasar korporasi, SiCepat juga terus memperkuat lini retail baik secara online maupun offline. Melalui SiCepat Apps dan SiCepat Dashboard, perusahaan mengoptimalkan layanan C2C dan B2C. Rencananya, pada kuartal II-2026, jaringan retail offline melalui mitra sales dan drop point akan mencakup seluruh wilayah Indonesia.
Optimisme tinggi diusung manajemen baru dengan mematok target pertumbuhan pendapatan (revenue) sebesar 25 persen di tahun ini. Angka tersebut melampaui capaian tahun 2025 yang mencatatkan kenaikan sebesar 16 persen.
Salah satu mesin pertumbuhan baru yang disiapkan adalah layanan pengiriman internasional. Layanan ini dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal II-2026 demi menangkap peluang pengiriman lintas negara yang terus melonjak.
Sejalan dengan transformasi bisnis, SiCepat tetap menjaga komitmen sosialnya melalui program CSR di bulan suci Ramadan. Perusahaan membagikan takjil dan donasi ke masjid di 12 titik wilayah operasional.
Selain itu, manajemen juga mulai mematangkan agenda perayaan ulang tahun perusahaan pada November 2026 mendatang. Momen tersebut diharapkan menjadi tonggak penguatan hubungan (engagement) antara perusahaan dengan mitra strategis serta pelanggan setia di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Pelayaran Selat Hormuz Ditutup, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?
-
Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan
-
Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula
-
Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar