- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menanggapi harga minyak dunia (78-80 USD) melampaui asumsi APBN 2026 (70 USD) akibat perang Timur Tengah.
- Kenaikan harga minyak ini berpotensi memicu peningkatan beban subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang harus ditanggung negara.
- Pemerintah memastikan stok BBM bersubsidi aman selama 21 hari dan belum ada rencana menaikkan harga BBM.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menanggapi harga minyak dunia yang telah melampaui asumsi yang disepakati dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026. Melambungnya harga itu disebabkan perang yang terjadi di Timur Tengah.
Tercatat harga minyak dunia saat ini berada di angka 78-80 dolar AS per barel. Nilai itu lebih tinggi dibanding dengan asumsi makro APBN 2026 yang ditetapkan seharga 70 dolar AS per barel.
Dengan adanya selisih tersebut, Bahlil memperingatkan adanya peningkatan subsidi BBM di dalam negeri.
"Ini yang akan kita harus hati-hati, ini berdampak pada kenaikan subsidi yang akan ditanggung oleh negara," katanya saat menggelar konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta pada Selasa (3/3/2026).
Peringatan itu diakui Bahlil juga disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Presiden disebutnya meminta agar kenaikan harga minyak dunia tidak berdampak terhadap pelayanan masyarakat.
"Arahan Bapak Presiden kepada kami adalah kita harus sangat berhati-hati untuk menghitung semuanya, dengan tetap memastikan ketersediaan BBM dalam negeri untuk memberikan kepastian kepada pelayanan, kepada masyarakat kita," ujarnya.
Namun demikian, Bahlil memastikan pemerintah belum berencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Selain itu dipastikannya juga ketersedian BBM berada di level 21 hari, standar minimal nasional.
"Khusus untuk menyangkut dengan persiapan bulan puasa, Hari Raya Idulfitri, Alhamdulillah teman-teman, saya menyampaikan bahwa untuk stok BBM kita, crud BBM, LPG, itu semua rata-rata di atas standar minimum nasional. Ini semuanya di atas 21 hari," ujarnya.
Bahlil mengungkap bahwa volume penyimpanan minyak nasional hanya mampu menampung kapasitas persediaan selama 25-26 hari, yang menjadi standar maksimal nasional.
Baca Juga: Tepis Kekhawatiran, Bahlil Pastikan Pasokan Batubara PLN Terjaga
"Makanya sekarang pemerintah lagi sedang berusaha untuk membangun storage yang kapasitasnya bisa sampai dengan tiga bulan. Karena itu standar internasional,"ucapnya.
Berita Terkait
-
ESDM Tetap Gaspol Impor Migas USD 15 Miliar dari AS, Meski Ada Pembatalan Tarif
-
Negosiasi AS-Iran Berlanjut, Harga Minyak Dunia Melemah
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Bayang-bayang Perang AS-Iran, Harga Minyak Dunia 'Nangkring' di Level Tertinggi 7 Bulan
-
Tak Bisa Cuma Andalkan APBN, Menteri PKP Maruarar Sirait Tagih Kolaborasi Daerah dan Swasta
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?
-
Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan
-
Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula
-
Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar