Suara.com - Tiga pejabat tinggi Twitter turut terdampak bersama ratusan karyawan lain yang harus hengkang dari perusahaan usai Elon Musk mengakusisi Twitter.
Meski terdampak PHK massal, tiga petinggi Twitter tersebut nampaknya tidak perlu ambil pusing dengan hidup mereka lantaran ketiganya diperkirakan menerima pesangon hingga US$122 juta (sekitar Rp1,9 triliun).
Melansir dari Reuters, Elon musk secara resmi memecat Chief Executive Officer (CEO) Twitter Parag Agrawal, Chief Financial Officer (CFO) Ned Segal, dan kepala urusan hukum dan kebijakan Vejaya Gadde pada pekan lalu.
Ketiga orang itu diperkirakan oleh Fortune, diantaranya, Eks CEO twitter diperkirakan menerima uang senilai US$ 57,4 juta atau Rp 896 miliar. Mereka melanjutkan, CFO Ned Segal juga akan menerima pesangon sekitar US$44,5 juta atau R 694 miliar.
Terakhir, Kepala urusan hukum dan kebijakan Twitter Vejaya Gadde dikabarkan akan menerima uang pesangon sebesar US$20 juta atau Rp312 miliar.
Meski demikian, nominal itu hanya dugaan sementara menyinggung kontrak kerja ketiganya. Tiga pejabat tinggi itu memang memiliki kontrak yang menyebutkan hak kompensasi tambahan jika mereka dipecat akibat merger atau akusisi Twitter.
Tidak hanya pesangon, mereka juga mendapatkan imbalan atas saham Twitter yang mereka miliki dengan total nilai US$ 65 juta.
Diantara ketiga orang tersebut, Gadde jadi orang dengan kepemilikan saham terbesar, sehingga diperkirakan menerima imbalan sebesar US$22 juta atau sekitar Rp343 miliar. Semenara Agrawal akan menerima imbalan sebesar US$8,4 juta atau sekitar Rp131 miliar.
Baca Juga: Elon Musk: Bangsawan Twitter Akan Dikenakan Biaya Rp 125.000 per Bulan
Berita Terkait
-
Beredar Foto Wanita Salat Berjamaah, Publik Malah Kesal Lihat Perpaduan Mukena yang Dipakai
-
Zhico yang Trending Karena Video Pengkhianatan Asmara Ternyata Seleb TikTok, Netizen: Sakit Banget Pasti
-
Pemilik Akun Twitter Verified Wajib Bayar Biaya Bulanan, Aturan Baru Elon Musk
-
Marak Jasa Sewa Pacar Online, Apa Bedanya dengan Open BO?
-
Elon Musk: Bangsawan Twitter Akan Dikenakan Biaya Rp 125.000 per Bulan
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Asing Kembali Masuk, IHSG Membara di Sesi I Balik ke Level 6.100
-
Mengerikan! BI Catat Defisit Transaksi Berjalan RI Melonjak Jadi Rp70 Triliun
-
Aset Kripto Berbasis Emas Kini Bisa Ditebus Jadi Koin Fisik
-
PNM Dukung Integrasi Ekosistem UMKM Melalui SAPA UMKM
-
Kemendag Keluarkan Regulasi Baru terkait Perdagangan Karet Alam
-
Airlangga Ungkap Isi Aturan DHE SDA, Devisa Ekspor Wajib Disimpan di Bank Negara
-
Wakil Dirut Pertamina: Peran NOC Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi
-
Ketidakpastian Kebijakan Pemerintah Seret Rupiah Semakin Melemah
-
Pertamina Goes To Campus 2026 Resmi Dibuka, Cari Mahasiswa Kreatif dan Inovatif
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai dan Daging Sapi Kompak Merangkak Naik, Beras hingga Telur Justru Turun