Suara.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ). Dalam pertemuan tersebut, salah satunya membahas kerja sama ekonomi kedua negara.
Apalagi, saat ini Indonesia dan UEA tengah mempercepat proses ratifikasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang ditandatangani di Abu Dhabi pada Juli lalu.
Wapres berharap, proses ratifikasi oleh kedua negara dapat dituntaskan sebelum kunjungan Presiden UEA berkunjung ke Indonesia dalam rangka menghadiri KTT G20 pada pertengahan November ini.
"Kita harapkan nanti ketika beliau datang ke Indonesia, detail-detail hasil ratifikasi sudah tersepakati," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (3/11/2022).
Tidak hanya dalam bidang ekonomi, sambung Wapres, ia juga mengharapkan kerja sama dalam bidang pendidikan juga terus ditingkatkan terutama terkait rencana pembangunan School of Future Studies di Indonesia.
"Ilmu pengetahuan (science) yang berorientasi ke depan, sedang kita rumuskan kerja sama itu, juga tentang teknologi," kata dia.
Apabila kerja sama ini dapat diwujudkan, menurut Wapres Indonesia akan memiliki model sekolah yang sangat modern.
"Intinya ilmu-ilmu tentang penguasaan teknologi, ini yang diperlukan oleh kita ke depan," imbuh dia.
Terkait CEPA, Duta Besar Indonesia untuk UEA Husin Bagis menambahkan bahwa CEPA Indonesia - UEA merupakan perjanjian dagang yang paling cepat disepakati yakni hanya 9 bulan, karena didorong oleh kedua kepala negara secara langsung.
Baca Juga: Kunker ke UEA, Wapres Bawa Misi Serukan Perdamaian Dunia
"Targetnya kalau sekarang ini (nilai perdagangan) oleh kedua negara kurang lebih 4 miliar USD, yakni ekspor kita USD2 miliar dan impor kita juga USD2 miliar," terangnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April
-
WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit
-
Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini
-
Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global
-
Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah
-
Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi
-
Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta
-
ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok
-
Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT
-
Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM