Suara.com - Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terus dilirik para investor untuk menjadi sasaran investasi. Terhitung, pada triwulan I hingga III tahun 2022, nilai realisasi investasi Jateng telah mencapai Rp44,99 triliun dengan jumlah proyek berjalan sebanyak 14.704.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai menjadi pembicara dalam Central Java Investment Business Forum (CJIBF) mengungkapkan, pintu investasi di Jateng masih sangat terbuka lebar untuk para calon investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
"Hari ini kami dibantu oleh BI secara bersama-sama dengan KADIN, kita mencoba mencari format sekaligus menawarkan potensi investasi yang ada di Jawa Tengah, apa saja fasilitasnya, di mana tempatnya," ujar Ganjar.
Berjalannya program Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dengan baik serta mudahnya izin investasi di Jateng menjadi faktor para investor berbondong-bondong menanamkan modalnya. Tak ditemukan kasus pungli perizinan juga membuat Jateng semakin dilirik investor.
Kemudian, terdapat 5 kawasan industri dan 1 kawasan ekonomi khusus di Jateng yang dapat menjadi peluang investor untuk berbisnis. Infrastruktur pendukung seperti pelabuhan, bandara, jalan tol, ketenagalistrikan hingga jalur kereta api di Jateng juga semakin memudahkan lalu lintas investasi.
"Sehingga kita memproyeksikan ada berapa calon investor, baik itu dari luar negeri maupun dalam negeri. Secara keseluruhan kita harapkan ditengah situasi sulit ini, ayo kita gerakkan kekuatan dari Jawa Tengah agar mampu berkontribusi untuk kebutuhan ekonomi secara nasional," jelas Ganjar.
Ganjar menyampaikan, jumlah sumber daya manusia (SDM) berkualitas juga terus bertambah. Hal itu tak lepas dari program vocational school atau SMK gratis di Jateng yang digagas Ganjar untuk menciptakan tenaga kerja yang unggul dan mampu bersaing dengan tenaga kerja asing.
Hingga hari ini, Jateng sudah menyerap sebanyak 170.757 tenaga kerja dengan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 72,16 dan tidak jauh dari nilai IPM nasional sebesar 72,29.
Menurut Ganjar, para pekerja harus dibekali sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas agar kemampuan yang terasah bisa cocok dengan kebutuhan perusahaan yang akan menjaring para pekerja.
Baca Juga: Ganjar Minta Alat Berat Disiagakan di Wilayah Cianjur Selatan
"Labour (pekerja) harus memiliki skill, ini penting. Siapa yang harus memfasilitasi? Satu, pemerintah. Kedua, ini harus match (cocok) dengan bisnis. Kalau obrolan hari ini kita bisa dapat, SDM apa yang anda harapkan agar pabriknya bisa kita siapkan atau sekolahnya," ungkap Ganjar.
"Nanti ada beberapa sekolah yang kita siapkan di sekitar kawasan industri Batang nanti ada satu. Nanti standarnya kita tinggikan, sehingga yang ingin masuk benar-benar terseleksi. Karena teaching industry nanti akan terlihat dekat dengan sekolahnya," sambung Ganjar.
Tingginya nilai investasi di Jateng membuat pertumbuhan ekonomi Jateng ikut meningkat sebesar 5,66 persen, bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 5,44 persen. Hal itu pun membuat Jateng menyumbang 8,4 persen dari perekonomian nasional.
"Kami selalu berkomunikasi intens dengan para investor dan calon investor agar mereka bisa mengembangkan bisnisnya dengan baik, yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dan juga nasional," kata Ganjar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan