- Analis memproyeksikan harga saham BBRI dapat meningkat hingga Rp4.093,57 dengan potensi kenaikan sebesar 34,66% dalam setahun ke depan.
- Mayoritas dari 20 analis memberikan peringkat beli kuat terhadap saham BBRI karena fundamental perusahaan dinilai tetap sangat kokoh.
- Kinerja keuangan BBRI pada kuartal pertama tahun 2026 berhasil melampaui estimasi pasar dengan perolehan laba serta pendapatan yang positif.
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), merujuk data konsensus terbaru, sahamnya diperkirakan memiliki ruang pertumbuhan yang cukup signifikan dalam satu tahun ke depan.
Para analis mematok target harga rata-rata di level Rp4.093,57, yang mencerminkan potensi kenaikan atau upside sebesar 34,66% dari posisi harga saat ini.
Dilansir dari TradingView, proyeksi harga saham BBRI, dari total 21 analis yang memberikan perkiraan harga satu tahun, estimasi harga tertinggi dipatok pada angka Rp4.900,00, sementara estimasi paling konservatif berada di level Rp3.000,00.
Rentang harga ini menunjukkan bahwa mayoritas ahli melihat fundamental BBRI tetap kokoh meskipun dinamika pasar terus berkembang.
Rating Analis: Mayoritas Rekomendasikan Beli Kuat
Melihat prospek jangka panjang, sentimen analis terhadap BBRI cenderung sangat positif. Dalam pengamatan tiga bulan terakhir terhadap 20 analis, penilaian keseluruhan jatuh pada kategori "Pembelian". Jika dibedah lebih dalam, rincian rekomendasi tersebut adalah sebagai berikut:
- Sebanyak 12 analis memberikan peringkat "Pembelian Kuat" (Strong Buy), menunjukkan keyakinan tinggi terhadap performa saham ini.
- Terdapat 1 analis yang memberikan peringkat "Pembelian".
- Terdapat 1 analis yang menyarankan untuk "Tahan" (Hold) atau bersikap netral.
- Sementara itu, 5 analis memberikan peringkat "Penjualan".
- Tidak ada analis (0) yang memberikan peringkat "Penjualan Kuat".
Dominasi rating "Pembelian Kuat" ini memberikan sinyal bahwa BBRI masih dianggap sebagai aset yang menarik bagi investor, terutama mereka yang mencari pertumbuhan stabil di sektor perbankan.
Rapor Keuangan Q1 2026: Melampaui Estimasi Pasar
Performa keuangan BBRI di awal tahun 2026 memberikan kejutan positif bagi para pemegang saham. Realisasi pendapatan dan laba bersih per saham (Earnings Per Share/EPS) berhasil melampaui ekspektasi yang dipatok oleh para pengamat pasar.
Baca Juga: BRI Cetak Laba Rp15,5 Triliun pada Triwulan I 2026, Total Kredit Rp1.562 Triliun
Pada kuartal pertama tahun 2026 (Q1 '26), BBRI melaporkan EPS sebesar Rp103,00, lebih tinggi dari estimasi awal yang hanya sebesar Rp100,06. Ini menghasilkan kejutan positif sebesar +2,94%.
Keberhasilan ini melanjutkan tren pemulihan setelah pada kuartal sebelumnya (Q4 '25), BBRI juga mencatatkan kejutan EPS yang fantastis sebesar +12,86% dari estimasi pasar.
Dari sisi top-line, pendapatan BBRI pada Q1 '26 tercatat mencapai Rp52,84 Triliun. Angka ini melampaui estimasi pendapatan yang diharapkan sebesar Rp51,21 Triliun, atau mencatatkan kejutan sebesar +3,18%. Konsistensi BBRI dalam melampaui target pendapatan ini menjadi fondasi kuat bagi para analis untuk mempertahankan target harga yang tinggi.
Proyeksi Kuartal II 2026 dan Masa Depan
Memasuki kuartal kedua tahun 2026 (Q2 '26), pasar memprediksi adanya sedikit normalisasi. EPS untuk kuartal mendatang diperkirakan akan berada di angka Rp99,98, sedikit di bawah capaian kuartal pertama. Namun, dari sisi pendapatan, BBRI diprediksi tetap stabil dengan estimasi mencapai Rp52,21 Triliun.
Ke depan, target jangka panjang tetap menantang namun menjanjikan. Untuk periode kuartal pertama tahun 2027 (Q1 '27), estimasi EPS bahkan diprediksi melonjak ke angka Rp110,82 dengan proyeksi pendapatan menembus Rp57,23 Triliun. Angka-angka ini mempertegas mengapa BBRI tetap menjadi primadona bagi para analis di bursa saham.
Berita Terkait
-
Laba BBRI Melesat, Analis Beri Target Harga Segini
-
IHSG Ditutup Menguat Tipis, Sempat Tembus 7.000 Namun Tertahan Koreksi Saham Teknologi
-
IHSG Menghijau, Saham BBCA Rebound Tipis ke Level Rp5.875
-
Surplus Neraca Perdagangan Dorong IHSG Naik pada Sesi I, 359 Saham Menghijau
-
IHSG di Zona Hijau, Ini Faktor Utama Penopang Penguatan Bursa Hari Ini
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Pengelola Kopdes Merah Putih Bakal Digembleng Latihan Komcad
-
Laba BBRI Melesat, Analis Beri Target Harga Segini
-
Emiten MPMX Raup Laba Bersih Rp 173 Miliar di Kuartal I-2026
-
GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika Perkuat Posisi Indonesia di Peta Motorsport Global
-
IHSG Ditutup Menguat Tipis, Sempat Tembus 7.000 Namun Tertahan Koreksi Saham Teknologi
-
Purbaya Girang Data BPS Ungkap Inflasi April Turun: Sekarang Anda Kritik Tuh Ekonom!
-
Purbaya Bantah Masuk Rumah Sakit hingga Dipecat: Banyak Gosip ya?
-
Data Ekonomi Loyo, Rupiah Terkapar ke Level Rp17.394 per Dolar AS
-
Bius Lagu Kicau Mania dan Nasib Buruh dalam Sangkar Outsourcing
-
Kapan Seharusnya Harga BBM Pertamax Naik