Suara.com - Dinilai berkinerja baik dalam pengelolaan arsip di lingkungan Provinsi DKI Jakarta, Bank DKI berhasil meraih penghargaan sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan Hasil Pengawasan Kearsipan Tahun 2022 berkategori “Sangat Baik”.
Penghargaan tersebut diserahkan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Marullah Matali yang diterima oleh Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy dalam acara Gerakan Sadar Tertib Arsip (GSTA) dan Pemberian Apresiasi Kearsipan Tahun 2022 Provinsi DKI Jakarta.
Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas penghargaan yang diterima oleh Bank DKI.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi bagi Bank DKI dalam rangka pengelolaan arsip secara tertib, dan professional sebagai wujud penerapan tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Fidri.
Fidri menjelaskan penghargaan ini berhasil diterima Bank DKI didasari dari hasil penyelenggaraan kearsipan meliputi aspek penciptaan arsip, penggunaan arsip, pemeliharaan arsip, penyusutan arsip, SDM kearsipan dan Sarana Prasarana Kearsipan sehingga menempatkan kategori “Sangat Baik” kepada Bank DKI.
Penilaian tersebut dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) selaku Lembaga Kearsipan Daerah.
Sebagai informasi sejumlah langkah yang telah dilakukan Bank DKI dalam pengelolaan arsip antara lain dengan melakukan alih media dokumen fisik kedalam bentuk digital, serta menyiapkan tempat khusus untuk penyimpanan dokumen arsip.
Selain itu, secara berkala Bank DKI juga melakukan sosialisasi kepada satuan kerja dalam hal pengelolaan arsip sebelum dikirim ke tempat penyimpanan akhir arsip.
Sekretaris Perusahaan Bank DKI Arie Rinaldi dalam kesempatan yang sama menambahkan, pentingnya pengelolaan arsip menjadi salah satu upaya Bank DKI dalam penerapan Good Corporate Governance (GCG).
Baca Juga: Bank DKI Pertahankan Rasio Kecukupan Modal Cukup Tinggi untuk Penyaluran Kredit
”Dokumen penting dalam administrasi perbankan dari berbagai satuan kerja di Bank DKI, dijaga dengan standar keamanan yang mumpuni pada gudang arsip. Sehingga apabila dibutuhkan, dokumen tersebut masih dapat diakses dengan mudah,” ucapnya.
Lebih lanjut Arie menyampaikan, Bank DKI terus berkomitmen melakukan penyelenggaraan sesuai kaidah kearsipan dari hulu ke hilir, serta meningkatkan upaya alih media untuk arsip fisik agar mudah diakses.
”Kami juga secara berkala melakukan sosialisasi kepada satuan kerja di Bank DKI, terutama Kantor Cabang melalui program BERSINAR, yakni Bersih, Indah, Nyaman, Aman dan Rapi sebagai bentuk meningkatkan pentingnya kesadaran akan arsip,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB
-
BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak
-
Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T
-
Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?
-
Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos
-
Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
-
Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?
-
Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari