Suara.com - Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk mulai mengalirkan gas bumi rumah tangga atau GasKita tahun 2022 di Kota Bekasi. Pengaliran gas perdana (Gas In) dilakukan di Perumahan Taman Narogong Indah, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.
PGN membangun Gas Kita sebanyak 9.200 Sambungan Rumah (SR) di Kecamatan Rawalumbu secara bertahap. Gas Kita ini merupakan bagian dari pembangunan jargas 400.000 SR tahun 2022 menggunakan investasi internal PGN. Untuk sumber pasokan gasnya, sama seperti rumah tangga dan industri lainnya yang ada di Bekasi yaitu berasal Pagardewa dan MEDCO.
Area Head PGN Bekasi Reza Maghraby menjelaskan bahwa PGN menargetkan dapat membangun 20.775 SR di seluruh wilayah PGN Area Bekasi untuk tahun 2022. Area yang disasar antara lain meliputi Perumahan Pondok Pekayon Indah, Kemang Pratama, dan Galaxy.
Selain itu layanan Gaskita PGN juga hadir di Perumahan Taman Narogong Indah dan Perumahan Pondok Hijau Permai.
"Melalui Gas Kita, kami menawarkan kemudahan-kemudahan yang dapat dirasakan langsung oleh warga. Paling dirasakan, warga tidak perlu khawatir kehabisan gas, karena gas mengalir 24 jam," ujar Reza, Minggu (11/12/2022). (10/12/2022).
Layanan Gas Kita memberikan gratis pemasangan pipa dari meteran hingga kompor maksimal sepanjang 15 meter. Selain pemasangan pipa, pelanggan juga mendapatkan gratis konversi kompor dua tungku, yang biasanya memakai gas tabung diubah untuk memakai gas pipa.
Pemakaian gas GasKita untuk rumah tangga rata-rata 4 - 50 M3. Untuk keamanan, meteran gas diletakkan di tempat yang mudah dijangkau petugas. Selain itu, ada dua keran atau valve gas di dekat kompor dan meteran.
"Jika terjadi sesuatu tidak diinginkan, valve dekat kompor bisa ditutup. Apabila akan meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama, konsumen dihimbau untuk menutup valve di dekat meteran sehingga gas yang mengalir ke rumah akan berhenti secara otomatis," kata Reza.
Apabila terjadi kejadian kebakaran yang tidak diinginkan, Gas Kita memberikan asuransi kebakaran sebesar Rp30 juta untuk satu kali kejadian.
Baca Juga: Subholding Gas Pertamina Targetkan 400 Ribu Rumah Tersambung Jargas
"Kemudahan lainnya, pembayaran gas bumi dilakukan satu kali sebulan sesuai banyaknya gas yang dipakai. Tagihan gas akan muncul setiap tanggal 6, kemudian gas bisa dibayar mulai tanggal enam sampai 20. Pelanggan disarankan untuk menginstall aplikasi PGN Mobile untuk memonitor pemakaian gas yang akan dibayar secara realtime," jelas Reza.
Pembayaran dapat dilakukan di loket-loket pembayaran yang telah bekerja sama dengan PGN yaitu Alfamart dan Indomaret. Dapat juga melalui bank transfer, e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee, serta dompet digital seperti Dana, Gopay, dan LinkAja.
Apabila ada kendala terkait penggunaan gas bumi dan layanan lainnya, masyarakat dapat menghubungi Call Center di nomor 135.
Lebih lanjut, penggunaan gas bumi akan meringankan beban subsidi energi pemerintah dan mengurangi porsi impor LPG yang saat ini cukup tinggi. "Semoga kami bisa menyelesaikan proyek jargas di Kecamatan Rawalumbu dan Kota Bekasi dengan aman dan lancar," tutup Reza.
Berita Terkait
-
BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 26.808 Petani di Kabupaten Bekasi
-
Dulu Disebut Bakal Jadi Kota Masa Depan, Kini Meikarta Diamuk Konsumen
-
Sukabumi Diguncang Gempa Bumi, Getaran Dirasakan di Bogor hingga Bekasi
-
Bom Bunuh Diri Meledak di Bandung, Polres Bekasi Perketat Penjagaan
-
Diguyur Hujan Deras Sejak Sore, Jalanan Kota Bekasi Jadi Horor: Kemacetan di Sejumlah Titik Akibat Banjir
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif