Suara.com - Indonesia harus tetap waspada dan tidak berpusa diri meski ekonomi nasional membaik jelang pergantian tahun 2023.
Founding Partner AC Ventures Pandu Sjahrir mengatakan, tantangan dan ancaman semakin besar pada 2023 dan masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan.
"Tahun 2023 kita tidak boleh takabur, tidak boleh overconfidence, lihat sebagai kesempatan dan hati-hati karena ketidakpastian global sangat tinggi, perang masih berlanjut, inflasi tinggi walaupun mungkin ada orang bilang ada penurunan suku bunga di tengah tahun terakhir. Tapi kita tidak bisa melihat itu sebagai suatu masalah, melainkan tantangan untuk memperkuat ekonomi domestik kita," ujar Pandu, Kamis (15/12/2022).
Ekonomi Indonesia terus membaik setelah berhasil lolos dari krisis akibat pandemi COVID-19. Pada kuartal I 2022, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,01 persen, lalu 5,44 persen pada kuartal II, dan 5,72 persen pada kuartal III 2022.
Menurut dia, keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah B20 dan G20 membuat Indonesia meraih kepercayaan besar di mata dunia.
"Bagaimana cara memaksimalkan kesempatan itu? Kita harus eksekusi, eksekusi, eksekusi di semua lini. Karena kita sedang dapat kepercayaan. Dan jangan lupa Indonesia itu user of capital, pengguna pendanaan dari dalam dan luar negeri. Tugas kita adalah bagaimana mengelola dan menginvestasikan ke Indonesia dan bisa eksekusi dengan baik. Jadi menurut saya tahun 2023 itu tahun eksekusi," ujar pria yang juga menjabat sebagai Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) itu.
Untuk bisa memaksimalkan ekonomi domestik, lanjut Pandu, diperlukan kolaborasi yang baik antara pemerintah dengan pihak swasta, sehingga nantinya Indonesia tidak terlalu bergantung pada ekspor-impor.
"Bagaimana kita perkuat belanja pemerintah dengan alokasi yang pas, lalu bagaimana dari sisi private sector investasi dan penggunaan dana dieksekusi dengan baik, itu penting," kata Pandu.
Selain itu, Indonesia juga harus bersiap menghadapi ASEAN Summit pada Februari 2023 mendatang di mana Indonesia bisa melihat pasar ASEAN sebagai salah satu potensi untuk perindustrian Indonesia.
Baca Juga: Ekonom Yakin Tren Positif Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terus Berlanjut di Tengah Krisis Global
"Di sinilah kita bisa menggerakkan roda ekonomi kita, kita bisa menunjukkan kepemimpinan, di mana kita sudah dapatkan kepercayaan yang amat sangat penting ketika orang melihat Indonesia sebagai counterparty yang positif dan baik," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Tahun 2022 Dijalani Bahagia, Begini Resolusi Ussy Sulistiawaty di Tahun 2023
-
Ekonomi Jakarta Tetap Kuat Meski Hadapi Ancaman Krisis Ekonomi
-
Lolos ke Final, Ekonomi Prancis Ternyata Jauh di Bawah Indonesia
-
Jokowi Temui Raja Belgia di Istana Laeken, Bahas Penguatan Ekonomi hingga Perubahan Iklim
-
Ekonom Yakin Tren Positif Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terus Berlanjut di Tengah Krisis Global
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Mengenal ORI029: Imbal Hasil Tetap Hingga 6 Tahun dan Cara Beli
-
Profil PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP): Pemegang Saham dan Kinerja
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Bisa Dibeli Hari Ini, Simak Jadwal Lengkapnya
-
Promo Tiket Pesawat Pelita Air Periode 1-28 Februari 2026
-
Daftar Website Freelance 2026 dengan Gaji Dolar
-
Rincian Gaji dan Skema Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG Makan Bergizi Gratis
-
Raksasa Ritel Jepang Perluas Ekspansi di RI, Incar Kawasan Pinggiran
-
Investor Asing Borong Saham Rp4,05 Triliun Sejak Awal Tahun
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026