- Harga minyak Asia melonjak signifikan pada Kamis, 12 Maret 2026, menembus $100 per barel akibat eskalasi konflik AS-Israel versus Iran.
- Konflik meluas ke utara Teluk Persia menyebabkan dua tanker terbakar, mendorong Oman mengosongkan terminal ekspor Mina Al Fahal.
- IEA dan Presiden Trump berencana melepas cadangan strategis minyak untuk menahan guncangan pasokan global akibat ketegangan ini.
Suara.com - Harga minyak melonjak tajam di pasar Asia pada perdagangan Kamis 12 Maret 2026, menembus level 100 dolar AS per barel. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya indikasi gangguan pasar energi akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Mengutip dari Investing.com, harga minyak Brent berjangka melonjak lebih dari 9 persen menjadi 100,25 dolar AS per barel pada pukul 22:52 ET (02:52 GMT), sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate berjangka naik 8,8 persen menjadi 93,67 dolar AS per barel.
Eskalasi konflik Iran yang telah memasuki hari ke-13 dilaporkan mulai meluas hingga ke utara Teluk Persia setelah dua tanker internasional terbakar akibat serangan yang diduga dilakukan oleh Iran di dekat perairan Irak dan Kuwait.
Situasi keamanan yang memburuk ini memaksa Oman mengosongkan terminal ekspor Mina Al Fahal sebagai tindakan preventif.
Ancaman blokade total terhadap Selat Hormuz—jalur yang mengangkut seperlima pasokan minyak mentah dunia—menimbulkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas energi global.
Namun, lonjakan harga minyak tertahan oleh rencana intervensi pasar dari IEA yang bersiap melepas 400 juta barel cadangan minyak strategis guna meredam guncangan pasokan.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pelepasan 172 juta barel minyak dari cadangan strategis nasional guna meredam dampak guncangan energi akibat konflik dengan Iran.
Langkah ini diambil di tengah situasi perang yang masih memanas, meskipun pihak Gedung Putih berulang kali mengklaim adanya sinyal perdamaian.
Ketegangan tersebut sebelumnya sempat memicu volatilitas pasar yang ekstrem, dengan harga minyak mentah meroket hingga mendekati level 120 dolar AS per barel pada awal pekan.
Baca Juga: Peringatan dari Iran: Harga Minyak Dunia Akan Tembus 200 dolar AS per Barel
Berita Terkait
-
Filipina Pangkas Hari Kerja Demi Efisiensi Minyak, Bahlil Justru Gercep Garap Proyek B50 dan E20
-
Kiamat Energi Mengintai, Harga Minyak Dunia Meledak 30 Persen akibat Perang
-
Minyak Dunia Tembus USD 100, Bahlil Cuma Omon-omon Janji Manis BBM Tak Naik?
-
AS Marah Israel Serang Depo Minyak Iran, Takut Harga Minyak Naik Jadi USD 200
-
Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS, Analis: Berpotensi Terus Melambung!
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
IPC TPK Catat Pertumbuhan Arus Petikemas 8,7% pada Awal 2026
-
Pacu Daya Saing Investasi, Perusahaan RI Butuh Panduan untuk Eksekusi Strategi ESG
-
Harga Emas Antam Naik-Turun, Hari Ini Terpeleset Jadi Rp 3,04 Juta/Gram
-
Meningkat Rp17 Triliun, Aset Konsolidasi BPKH Tahun 2026 Tembus Rp238,9 Triliun
-
Survei OJK: Perbankan Tetap Solid di Awal 2026, Meski Inflasi dan Rupiah Jadi Tantangan
-
Donald Trump Rilis 172 Juta Barel Cadangan Minyak AS
-
Daftar Capaian Danantara Selama Setahun Berdiri
-
Rupiah Masih Lemas Lawan Dolar AS ke Level Rp16.893
-
IHSG Dibuka Berbalik Menguat ke 7.398, Tapi Ancaman Koreksi Masih Mengintai
-
Donald Trump Klaim AS Menang Lawan Iran: Perang Ini Telah Usai