Suara.com - Nama pengusaha Low Tuck Kwong belakangan hangat diperbincangkan sebagai orang terkaya di Indonesia. Namanya menggeser Hartono bersaudara, bos Bank BCA yang sebelumnya selalu bertengger di posisi teratas orang paling kaya se-Indonesia. Kini Low Tuck Kwong tak hanya dibandingkan dengan pengusaha Indonesia.
Dia bahkan disebut lebih kaya dari Jack Ma, sang CEO Alibaba. Berikut ini merupakan perbandingan kekayaan Jack Ma vs Low Tuck Kwong.
Real Time Forbes merilis daftar orang kaya Indonesia terbaru yang menempatkan Low Tuck Kwong sebagai posisi pertama. Kekayaan pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN) ini menembus USD 25,2 miliar atau setara Rp278 triliun dengan asumsi kurs Rp15.000 per dolar AS.
Low Tuck Kwong lahir pada 17 April 1948. Ia dikenal sebagai raja batu bara di Indonesia berkat perusahaan BYAN. Perjalanan kesuksesan Low Tuck Kwong dimulai sejak usianya 20 tahun. Di usia tersebut, ia bekerja di perusahaan konstruksi bangunan milik ayahnya, David Low Yi Ngo. Ayah Low Tuck Kwon diketahui merupakan pemilik perusahaan konstruksi di Singapura.
Pada hari Senin (26/12/2022) saham BYAN sendiri bergerak cukup menjanjikan. Sepanjang sesi I ini BYAN menguat cukup signifikan yakni sebesar 4,85 persen atau telah menguat bertamabah 900 basis poin ke level Rp19.475 per lembar saham.
Sejak pembukaan tadi pagi saham BYAN memang terlihat terus merangkak naik dari pembukaan awal di level Rp18.500 hingga mencapai level tertingginya di Rp19.800 per lembar saham. BYAN sendiri sudah ditransaksikan sebanyak 1,4 juta saham dengan nilai mencapai Rp26,85 miliar dengantotal frekuensi perdagangan sebanyak 3.510 kali.
Sementara itu, Jack Ma dinobatkan oleh Forbes sebagai pebisnis paling berpengaruh di dunia. Meski berasal dari keluarga sederhana di China, Jack Ma berhasil mendirikan e-commerce Alibaba yang mengekspansi ratusan negara di dunia.
Selain mendirikan Alibaba, Jack Ma juga memiliki saham di beberapa perusahaan lain. Dia menanam saham di Tokopedia, Lazada, dan perusahaan logistik.
Dari semua aktivitas ekonominya ini Jack Ma mengantongi kekayaan senilai USD 22,7 miliar atau senilai Rp354 triliun dan menduduki peringkat 66 dalam daftar orang terkaya di dunia versi Forbes seperti dilansir Forbes real time billionaires, Jakarta, Selasa (27/12/2022).
Baca Juga: Selasa Sore IHSG Ditutup Menguat 6.923, Saham Emiten Low Tuck Kwong Tokcer Lagi
Kendati demikian, Jack Ma tidak berasal dari keluarga kaya layaknya Low Tuck Kwong. Jack Ma kecil tinggal di kawasan Hangzou bersama ayahnya yang hanya seorang pendongeng dan pemusik biasa.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Kaleidoskop 2022, Low Tuck Kwong dan Garibaldi Thohir Raup Cuan Berkat Saham Batubara
-
IHSG Anjlok 1,05 Persen, Saham Orang Kaya RI Jadi Top Loser
-
Rekam Jejak Low Tuck Kwong sampai Bisa Jadi Orang Terkaya di Indonesia
-
Selasa Sore IHSG Ditutup Menguat 6.923, Saham Emiten Low Tuck Kwong Tokcer Lagi
-
Siapa Low Tuck Kwong? Orang Terkaya Indonesia Depak Posisi Hartono Bersaudara
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal
-
Bank Mandiri Perkuat Sinergi BUMN Bangun Huntara bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang