Suara.com - Kunjungan wisatawan di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tahun 2022 mencapai 45.093.933 orang. Angka itu melewati target Jateng yakni 11.530.429 wisatawan. Capaian tahun 2022 setara 291 persen dari angka yang ditargetkan.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyampaikan, bakal terus menggalakkan dan mengoptimalkan potensi wisata di Jateng. Terlebih setelah pemerintah resmi mencabut status PPKM.
"Event mesti banyak dikreasi, PPKM kan sudah dicabut, maka sebenarnya mulailah ekonomi ini digerakkan kembali. Kita juga sudah ngobrol dengan bupati, wali kota, pelaku wisata, yuk kita hidupkan lagi pariwisata," ujar Ganjar.
Lebih lanjut Ganjar menyebutkan, sejumlah agenda yang sedang digodok Pemprov Jateng beserta jajaran pemkab dan pemkot untuk tahun ini antara lain memperbanyak event seperti konser musik, karnaval dan pameran.
Salah satunya yang telah masuk kalender event Jateng dan telah ditunggu-tunggu wisatawan yaitu penampilan band rock kawakan asal Inggris, Deep Purple yang dijadwalkan tampil di Solo pada Maret 2023 mendatang.
"Event ini juga akan bisa memperngaruhi atau merangsang orang untuk datang. Apakah konser musik, apakah karnaval, apakah pameran, maka ini menurut saya penting untuk didorong," kata Ganjar.
Selain itu, Ganjar juga akan memaksimalkan potensi wisata religi yang ada di Jateng, seperti Masjid Agung Demak, Sam Poo Kong Semarang hingga Candi Borobudur Magelang.
Kabid Pemasaran Disporapar Jateng Setyo Irawan memaparkan, jumlah wisatawan yang datang ke Jateng didominasi wisatawan nusantara (wisnus) Sementara wisatawan mancanegara (wisman) menempati urutan kedua. Tercatat, wisnus yang berkunjung mencapai 44.949.504 orang dan wisman sebanyak 144.429 orang.
Irawan menambahkan, jumlah ini menjadi yang terbesar sejak pandemi Covid-19 melanda. Di tahun 2020 dan 2021, capaian kunjungan wisatawan rata-rata hanya sekitar 22 juta lebih, baik wisman dan wisnus. Sementara tahun 2019 kunjungan wisatawan mencapai lebih dari 58 juta orang.
Baca Juga: Berencana Wisata Kuliner? 5 Masakan Khas Nusantara Ini Bisa Jadi Rekomendasi Awal Untuk Dicoba
"Dibanding 2019 (sebelum pandemi) capaian di 2022 belum pulih sepenuhnya, namun dibanding 2020 dan 2021 (pandemi) capaian tahun ini naik signifikan," jelas Irawan.
Naiknya jumlah wisatawan ke Jateng, tidak lepas dari kondisi penyebaran Covid-19 yang mulai mereda. Selain itu, keputusan pencabutan PPKM oleh Presiden RI serta membaiknya daya beli masyarakat.
Meskipun telah mereda, para pelaku wisata di Jateng tidak lantas melalaikan penerapan protokol kesehatan. Tercatat, sebanyak 794 usaha wisata telah tersertifikasi Cleanliness Health Safety Environment Sustainability (Kebersihan, Kesehatan, Keamanan dan Kelestarian Lingkungan) dari Kemenparekraf RI. Sementara, yang telah menerapkan aplikasi PeduliLindungi sebanyak 691 usaha wisata.
Selain itu, pelaku wisata juga menyelenggarakan paket-paket wisata yang berkoordinasi dengan Dishub, BPBD, Polda Jateng Dinkes dan Biro Kesehatan. Sekaligus, sosialisasi penerapan protokol kesehatan tetap dijalankan.
"Pada tahun 2023 kami menargetkan jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 21.445.344 orang. Kami memfokuskan target untuk kunjungan wisnus," kata Irawan.
Meski demikian, pihaknya tidak lantas meninggalkan promosi destinasi wisata ke pelancong dari mancanegara. Di tahun ini, strategi promosi tetap digencarkan, baik melalui kegiatan, iklan, promosi penjualan melalui media elektronik, travel mart, digital marketing dan media sosial.
"Untuk promosi wisata Jateng kami menyasar negara-negara di Asia, utamanya Malaysia, Singapura, China dan India," sebut Irawan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi
-
Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli
-
Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!
-
Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi
-
Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga
-
Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar
-
Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok
-
Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong
-
IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun
-
60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha