Suara.com - Pemerintah pusat berencana investasi Energy Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Rencana pemerintah ini kemudian mendapat sambutan langsung dari Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.
Menteri Bahlil menerangkan, pasca pelaksanaan Presidensi G20, Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia ke depan mulai menggunakan EBT. Maka dari itu ia mendukung rencana investasi tersebut di Kepri.
Menanggapi hal itu, Pakar Ekonom dari Universitas Muhammadiyah (Unimuh) Makassar Sutardjo Pui mengatakan, meningkatkan investasi merupakan salah satu cara yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena jika hal tersebut dapat dilakukan pemerintah maka pendapatan masyarakat ikut didorong.
“Kalau bicara dari segi ekonomi, investasi dari luar atau dari dalam juga itu kan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kemudian pertumbuhan ekonomi juga kan, bisa meningkatkan pendapatan masyarakat. Pendapatan masyarakat kalau meningkat, bisa mengurangi kemiskinan,” kata Sutardjo Pui.
Dikatakan dosen ekonomi itu, rencana pemerintah lewat Menteri Investasi Bahlil Kahadalia meningkatkan investasi Energy Baru Terbarukan (EBT) sangat tepat, karena selain pendapatan negara juga sangat ramah bagi kehidupan manusia, dimana investasi EBT tidak merusak lingkungan.
“Apalagi itu adalah energi terbarukan. Energi hijau, artinya tidak merusak lingkungan sehingga dari segi lingkungan akses ekonomi itu bisa menunjang perkembangan masyarakat,” ucapnya.
Sutardjo Pui melanjutkan, pemerintah harus memastikan pertumbuhan investasi yang kemudian menguatkan ekonomi nasional harusnya linear dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.
"Penguatan ekonomi dari investasi harus linear dengan penurunan kemiskinan. Kenapa pemerintah pusat maupun daerah berlomba mengundang investor, tujuannya adalah untuk mengurangi kemiskinan,” jelasnya.
Diharapkan Sutardjo Pui, meningkatnya investasi di daerah bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat lokal. “Tetapi, yang perlu diperhatikan adalah harus mengutamakan pekerja lokal dibanding pekerja asing,” harapnya.
Baca Juga: Ekspor Bijih Tembaga Bakal Dilarang Jokowi, Bahlil: Kalau Bos Bilang Larang Ya Larang!
Dikatakan Sutardjo Pui, pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun legislatif harus menguatkan aturan terkait dengan saya rakyat pekerja bagi para investor yang ingin berinvestasi di Indonesia, agar masyarakat lokal mendapat efek dari masuknya investasi di Indonesia.
“Investasi itu harus melibatkan orang-orang lokal, mestinya Pempus, Pemda mengatur itu. Investasi asing boleh, tapi 80 persen orang lokal (yang dilibatkan),” ungkapnya.
Lewat ketegasan pemerintah untuk melakukan aturan pekerja ini menjadi bukti keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, serta meningkatkan investasi di Indonesia.
“Di sinilah bisa dilihat, bagaimana pemerintah bisa melindungi orang lokalnya, dalam hal pemerataan dalam memperoleh pekerjaan,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
-
IHSG Ambruk Hampir 8 Persen
-
IHSG Anjlok 6% Lebih, Rekor Terburuk di Era Menkeu Purbaya
-
Festival Bidar Palembang: Tradisi Sungai Musi yang Bertahan Sejak Zaman Kesultanan
Terkini
-
Sesi I Berdarah, IHSG Ambles 7 Persen ke Level 8.321
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
Danantara Bentuk BUMN Baru Khusus Kelola Tambang, Namanya Perminas
-
Bukan Perbankan Malas Salurkan Kredit, Tapi Pasar Masih Wait and See
-
Izin Tambang Agincourt Dicabut, Asosiasi Pertambangan Singgung Iklim Investasi yang Adil
-
Mending Beli Emas Batangan atau Perhiasan? Ini Pilihan Terbaik untuk Investasi
-
Panduan Lengkap Cara Mengecek Desil Bansos 2026, Jadwal Pencairan dan Jenisnya
-
Modal Asing Mengalir Tinggalkan Indonesia, Apa yang Terjadi dan Mengapa Kita Semua Merugi?
-
Ketika Bank Beralih ke Digital, Apakah ATM Masih Dibutuhkan?
-
Kredit Perbankan Lesu Karena Daya Beli Masyarakat Masih Lemah