Suara.com - Holding Perkebunan Nusantara terus mendorong generasi muda di PTPN Group, untuk menjadi bagian dalam kesuksesan transformasi perusahaan. Selain bekerja keras meningkatkan kinerja perseroan, insan muda BUMN juga dituntut menjadi public relation terhadap isu-isu perusahaan yang berkembang di masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani, dalam agenda Aktivasi Program BUMN Muda Perkebunan dan Social Media Ranger PTPN Group, yang diikuti sekitar seribu karyawan PTPN Group secara hybrid.
Abdul Ghani mengatakan, saat ini perkembangan media komunikasi, terutama media sosial, sangat luar biasa dengan aksesibilitas dan lalu lintas komunikasi yang nyaris tidak bisa dibatasi.
Terlepas dari dampak positifnya, kata dia, berbagai informasi tanpa adanya saringan dan literasi, bisa berdampak buruk terhadap perusahaan jika tidak diantisipasi dan dikelola dengan baik.
"Oleh karena itu, sebagai generasi muda PTPN Group yang dididik dalam kultur dan perkembangan ekosistem terbuka, sudah semestinya bisa memilah mana berita yang benar dan tidak benar," ujar Abdul Ghani dalam keteranganya di Jakarta, Rabu (8/2/2023).
Abdul Ghani berharap, dengan adanya aktivasi program BUMN muda perkebunan dan social media ranger, seluruh insan PTPN Group dapat menjadi bagian dari orang-orang yang bisa melakukan advokasi terhadap berita-berita yang merugikan perusahaan.
"Saya dan jajaran pimpinan telah menyiapkan landasan, yang pada akhirnya saudara-saudara akan mewarisi perusahaan ini. Tentu saya ingin menyaksikan perusahaan yang kita cintai ini terus tumbuh berkembang menjadi kebanggaan bangsa dan negara, menjadi perusahaan yang semakin sehat dan mensejahterakan karyawannya," kata Abdul Ghani.
Social media ranger merupakan salah satu aset digital dari seluruh pegawai BUMN yang ditetapkan oleh masing-masing BUMN, untuk memberikan berbagai informasi yang mencerdaskan dan menjadi penyampai pesan-pesan positif dari perusahaan masing-masing.
Social media ranger juga bagian dari program BUMN Muda yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN melalui Forum Human Capital Indonesia (FHCI). PTPN Group sebagai salah satu
Baca Juga: Kementerian BUMN Akselerasi Transformasi Usung Ekonomi Hijau
BUMN di Klaster Perkebunan dan Kehutanan, juga telah membentuk BUMN Muda Perkebunan sebagai wadah untuk bertukar ide dan gagasan, meningkatkan kolaborasi, serta pembentukan talent readiness bagi insan perkebunan demi terwujudnya PTPN Group yang mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.
Pembentukan BUMN Muda Perkebunan, juga sejalan dengan agenda dan target human capital yang ditetapkan Menteri BUMN Erick Thohir, untuk meningkatkan persentase generasi muda di bawah 42 tahun di jajaran BoD dan BoD-1 BUMN, sebanyak minimal 10 persen di tahun 2023.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri