Suara.com - Pemuda Mahasiswa Nusantara (PMN) mengadakan kegiatan Seminar Beasiswa guna meningkatkan motivasi dan kiat-kiat mendapatkan beasiswa baik dalam negeri maupun luar negeri.
Seminar tersebut mengundang narasumber peraih beasiswa di Universitas Al Azhar Cairo Mesir, Dr Muhammad Abdillah M Pd I.
Dalam kesempatan tersebut Abdillah mengungkapkan ada tiga kunci utama dalam mendapatkan beasiswa, hal tersebut yang harus dikuasai oleh pelajar dalam mempersiapkan diri demi meraih beasiswa dalam maupun luar negeri.
"Untuk kiat mendapatkan beasiswa itu ada tiga hal, yakni menguasai bahasa, keilmuan dan membuat karya tulis. Selanjutnya, kita mesti menguatkan tekad dengan memperbanyak jaringan dan memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh para pemberi beasiswa," kata Abdillah.
Sementara, Koordinator PMN Wilayah Sumatera Selatan, Khoiril Sabili, menilai dengan adanya seminar beasiswa tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) serta memudahkan langkah pelajar dalam memperoleh informasi terkait peluang beasiswa.
"Kegiatan ini tentu menjadi sarana ya bagi para scholarship hunters untuk memperoleh beasiswa, tentu di sini banyak sekali yang berminat ya, sehingga mereka banyak mencari akses untuk sampai ke sana," ujar Khoiril.
Lebih lanjut, Khoiril menuturkan dengan adanya seminar beasiswa, hal itu menjadi salah satu langkah dalam memanfaatkan bonus demografi yang dihadapi Indonesia. Dengan tingginya angka produktif di Indonesia, maka perlu diikuti dengan masifnya informasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
"Sayang sekali ya kalau bonus demografi seperti yang dihadapi Indonesia tidak dimanfaatkan. Untuk itu, kita semua pemuda di Sumatera Selatan khususnya berkomitmen untuk memanfaatkan bonus demografi tersebut," lanjutnya.
Berdasarkan data Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, pada tahun 2030-2040, Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi, dimana jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun).
Baca Juga: Inilah 3 Mindset yang Perlu Dimiliki Para Calon Pendaftar Program Beasiswa!
Pada periode itu, penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64% dari total jumlah penduduk Indonesia yang diproyeksikan mencapai 297 juta jiwa. Agar Indonesia dapat memetik manfaat maksimal dari bonus demografi, ketersediaan sumber daya manusia usia produktif yang melimpah harus diimbangi peningkatan kualitas dari sisi pendidikan dan keterampilan, termasuk kaitannya dalam menghadapi keterbukaan pasar tenaga kerja.
Kedepan, Khoiril sudah menyusun agenda lanjutan dari seminar beasiswa. "Agenda lanjutannya seperti memfasilitasi pelatihan toefl, mempertemukan dengan penyedia beasiswa dan hal-hal lainnya yang mengarah pada beasiswa," ujarnya.
Selain seminar tersebut, PMN juga memberikan bantuan rak buku secara simbolis kepada Ikatan Mahasiswa Palembang. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai komitmen PMN dalam mendorong pembangunan nasional.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
6 Fakta Skandal IPO REAL, Manipulasi Berbuntut Izin UOB Kay Hian Dibekukan
-
Menko Airlangga ke Anggota APEC: Ekonomi Dunia Menuntut Perubahan Besar
-
Moodys Beri Rating Negatif, Pemerintah: Ekonomi Tetap Solid di Level Investment Grade
-
Mengenal Kakeibo, Seni Menabung Tradisional Jepang untuk Mencapai Kebebasan Finansial
-
Saham BUMI Banting Harga Ekstrem, Lalu Diserok Investor Asing
-
Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?
-
Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto
-
Pra Penjualan CBDK Melonjak 309 Persen di Kuartal IV 2025
-
Harga Pangan Nasional Melandai, Cabai Rawit Merah Mahal Jelang Ramadan
-
Harga Emas Naik Pada Akhir Pekan, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket