Suara.com - Menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri 2023, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terus melakukan stabilisasi harga sejumlah komoditas pangan yang berpotensi menyebabkan terjadinya inflasi.
"Indikatornya sudah kita ketahui bahwa kemarin yang mendongkrak inflasi itu beras, tapi beras panen rayanya sudah berjalan dan harga mulai turun," ujar Ganjar.
Diketahui, harga beras kualitas medium di Jateng per hari ini berada di kisaran Rp11.300 dan beras dengan kualitas premium seharga Rp12.000 per kilogram. Harga tersebut cenderung menurun dari bulan-bulan sebelumnya.
Saat ini, Provinsi Jateng pun sedang memasuki periode panen raya dengan kuantitas panen beras terbesar berada di Kabupaten Grobogan, Kabupaten Pati, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Sragen dan Kota Surakarta.
Kendati demikian, Ganjar beserta jajarannya terus masih terus berupaya melakukan operasi pasar dan mengecek langsung persediaan, serta alur pendistribusiannya hingga ke tingkat petani untuk memastikan tingkat inflasi tidak meningkat.
"Saya mintakan satu, Badan Usaha Milik Daerah, wabil khusus yang urusan pangan coba semua berkoordinasi untuk mengecek stoknya ada berapa, harganya seperti apa, ambilnya dari mana, jualnya ke mana," jelas Ganjar.
Tingkat inflasi Year on Year (YoY) Jateng pada Februari 2023 mencapai 5,81 persen atau turun sejak tahun 2022 dengan tingkat inflasi 6,4 persen. Sementara tingkat inflasi Perkembangan Indeks Harga Konsumen Gabungan Enam Kota di Jateng per Februari 2023 sebesar 0,29 persen.
Sementara itu, untuk pertumbuhan ekonomi YoY Jateng hingga memasuki Triwulan III mencapai 5,28 persen.
Dengan kondisi tersebut, perekonomian Jateng masih terbilang normal. Namun, Ganjar tetap menginstruksikan seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk terus memperbarui dan memantau komoditas pangan dengan aplikasi SiHati.
Baca Juga: Cuti Bersama Lebaran 2023 Berapa Hari? Cek Tanggalnya Menurut SKB 3 Menteri
"Kita punya aplikasi sistem pemantauan harga komoditi atau SiHati itu. Kita minta itu saja diisi agar kita bisa mengerti apa yang sesungguhnya terjadi di pasar," kata Ganjar.
Sebagai informasi, selain beras, komoditas lain yang memengaruhi inflasi menjelang Ramadan dan Idul Fitri yakni bawang merah (Rp32.270), bawang putih (Rp31.081), cabai rawit merah (Rp60.271) dan cabai rawit hijau (Rp34.106) per kilogram.
Pemprov Jateng juga telah menyalurkan minyak goreng Minyakita sebesar 150.674 liter, dengan harga Rp14 ribu per kilogram. Selain itu, Ganjar juga membentuk Tim Satgas Perluasan Digitalisasi Daerah untuk menstabilkan harga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Sinyal Dialog AS - Iran Redam Lonjakan Harga Minyak Dunia
-
IHSG Meroket, Efek Saham-saham Prajogo Pangestu Diborong Asing?
-
Lonjakan Harga Pangan Nasional, Cabai Naik hingga 18 Persen
-
Malaysia Mulai Krisis BBM Juni 2026, Bagaimana dengan Indonesia?
-
Mata Uang Negara Lain Menguat, Rupiah Amblas ke Rp17.124 per Dolar AS
-
Harga Emas Antam Naik saat Harga Emas Dunia Turun, Mengapa?
-
IHSG Terus Terbang, Tembus Level 7.600 Pagi Ini
-
Ritual Aneh Investor Agar Cuan: Dari Punggung Sakit George Soros Hingga Ramalan Bintang
-
18 Saham Ditendang dari Bursa, BEI: Itu Peringatan Buat Emiten
-
Transaksi Digital Melonjak, Bank Mega Syariah Raup DPK Rp709 Miliar