Suara.com - Perusahaan pengolahan gas dan kimia asal Amerika Serikat (AS), Air Products and Chemical mengumumkan mundur dari rencana proyek hilirisasi batu bara menjadi dimethylether (DME).
Perusahaan ini seharusnya menggarap proyek DME bersama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Pertamina (Persero).
Direktur Pengembangan Usaha Bukit Asam Rafli Yandra mengungkapkan sudah ada surat dari pihak Air Products ke Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk mundur. Sebagai informasi, DME merupakan hasil dari gasifikasi batu bara berkalori rendah yang direncanakan menggantikan LPG.
"Sejauh ini kami belum klarifikasi, tapi kami sudah diskusi dengan kementerian terkait hal ini," kata Rafli dikutip Kamis (9/3/2023).
Padahal rencana investasi DME ini boleh dibilang langsung dikawal oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena secara langsung telah melakukan pertemuan khusus dengan CEO Air Products & Chemicals Seifi Ghasemi di Hotel Ritz Carlton, Washington DC, Amerika Serikat pada bulan Mei tahun lalu.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menjelaskan, mundurnya Air Products ini sedang dalam proses berkirim surat ke pemerintah. "Ada alasan dalam surat resmi itu. Masih proses dan mereka mungkin punya alasan tersendiri dan itu ada di Kementerian," jelas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Purbaya Umumkan Aturan THR & Gaji ke-13 ASN-TNI-Polri, Kapan Cair?
-
Penutupan Pasar Hari Ini: IHSG Comeback ke Level 7.710, Rupiah Tertahan di Rp16.880
-
Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan
-
Rupiah Melemah Lagi ke Level Rp 16.905/USD, Investor Pilih Tunggu Arah Pasar
-
RI Raih Nilai Jelek dari Fitch, Airlangga: Ekonomi Dunia Tertekan Perang
-
Danantara Punya Standar Baru Penilaian BUMN, Tak Hanya dari Profit
-
APBN Jadi 'Bemper', Menko Airlangga: MBG Itu Investasi 1 Dolar Menghasilkan 7 Dolar
-
BRI Gelar Silaturahmi Ramadan, Bahas Outlook Ekonomi dan Laba Rp57,1 Triliun
-
Obral 10 Blok Migas Baru, ESDM Rayu Investor Pakai Bagi Hasil Jumbo 50 Persen
-
Ambisi RI Jadi Raja Chip, Airlangga Targetkan 15.000 Talenta Semikonduktor