Suara.com - Peluang kirim paket ke luar negeri untuk memperbesar pendapatan bisnis semakin terbuka lebar bagi para pelaku usaha di segala bidang. Untuk memperlancar aktivitas tersebut, Repack.id hadir membawa solusi mudah.
Repack.id atau REPACK (PT Reka Paket Cakrawala) adalah perusahaan jasa logistik Yogyakarta yang berspesialisasi dalam mengirimkan barang ekspor dengan beragam kemudahan, salah satunya cek ongkir ke luar negeri secara online.
Tarif pengiriman bisa dibilang terjangkau sehingga tidak salah jika mengatakan REPACK sebagai salah satu jasa logistik ekspor Indonesia yang hemat serta bisa diandalkan.
"Repack.id hadir untuk memudahkan masyarakat yang ingin mengirimkan barang ke seluruh dunia dengan cara yang mudah dan hemat karena kami akan berusaha memahami kebutuhan anda dan siap memberikan solusi yang terbaik," kata Sulistyo, salah satu founder Repack.id
Selain hemat, sejumlah kemudahan lain juga diberikan, seperti cek ongkir tadi misalnya. Jika dahulu harus repot mengontak layanan Customer Service untuk mengeceknya, kini hanya perlu membuka situs web Repack.id untuk mengetahui tarif paket ke luar negeri. Informasi biaya yang diberikan mencakup kirim barang umum dan barang khusus, lengkap dengan daftar informasi tarif paket dalam jumlah kilogram yang berbeda.
Tak hanya mempermudah proses pengecekan tarif, REPACK juga memberikan penjemputan barang langsung ke lokasi pelanggan. Menariknya lagi, layanan pick up ini diberikan secara gratis kepada pelaku bidang usaha.
Untuk memanfaatkan layanan ekstra ini pelanggan hanya perlu melampirkan data diri pengirim yang sesuai identitas. Meski beberapa negara juga mensyaratkan hal tertentu dan sedikit berbeda daripada umumnya, namun tim REPACK berkomitmen selalu siap membantu sekalipun pelaku usaha belum pernah melakukan kegiatan ekspor.
Dengan begitu, rasa aman, nyaman, dan tenang akan didapatkan oleh setiap pelanggan. Terlebih, setiap paket dapat dicek secara real time melalui website kapan saja dan di mana saja.
Di samping memberikan rasa aman, pengiriman ke luar negeri akan diproses dengan tepat waktu. Di mana estimasi layanan Express biasanya berkisar 3-8 hari setelah paket diterima REPACK.
Baca Juga: BPS: Ekspor Pertanian Januari 2023 Capai Rp5,6 Triliun
Selain kecepatan, jangkauan menjadi pertimbangan penting sebelum menggunakan jasa ekspedisi. Semakin luas jangkauannya, semakin baik bagi kemajuan usaha dalam meningkatkan penjualan hingga merek bisa dikenal secara luas hingga di berbagai negara.
Seperti Repack.id misalnya, yang pada awalnya hanya berkomitmen menjadi jasa eksportir usaha, akhirnya kini bisa membuka layanan pengiriman hingga ke 200 negara. Beberapa di antaranya ialah Singapura, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Australia, Inggris, Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Turki.
Bersama Repack.id, para pelaku usaha dapat mengirimkan berbagai jenis barang ke negara-negara tersebut. Mulai dari komoditi, makanan kering, fashion, elektronik, obat-obatan, hingga dokumen.
Barang jenis lainnya pun bisa diproses dengan berkonsultasi terlebih dahulu melalui layanan Customer Service.
Untuk pertanyaan mengenai kelengkapan pengiriman barang, serta hal-hal lain terkait proses ekspor barang juga dapat ditanyakan langsung. Tidak ada biaya ekstra pulsa untuk sekadar mendapatkan informasi tersebut karena Repack.id menyediakan layanan nol rupiah melalui WhatsApp. Sehingga para pelaku usaha tidak perlu khawatir atau ragu untuk mempertanyakan serta memastikan segala kebutuhannya.
Dengan sejumlah layanan yang diberikan Repack.id tersebut, diharapkan agar para pelaku usaha di Indonesia dapat berkembang dan bersaing secara global dengan lebih mudah. Dan tentu saja, Repack.id akan terus mengembangkan layanan untuk memberikan yang terbaik dan sejalan dengan kebutuhan bisnis masa kini.
Tag
Berita Terkait
-
Nilai Ekspor Kaltim di Januari Turun 19,76 Persen Dibandingkan Desember 2022 Lalu
-
Menkeu Sri Mulyani Telisik Laporan dari PPATK Soal Transaksi Mencurigakan, Paling Menonjol Senilai Rp189,27 Triliun
-
Mendag Tegaskan Tidak Ada Kompromi Untuk Impor Pakaian Bekas
-
Neraca Dagang RI Surplus Lagi, Kini US$5,48 Miliar
-
Tiga Negara Jadi Penyumbang Surplus Neraca Perdagangan Indonesia
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Mengenal Kakeibo, Seni Menabung Tradisional Jepang untuk Mencapai Kebebasan Finansial
-
Saham BUMI Banting Harga Ekstrem, Lalu Diserok Investor Asing
-
Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?
-
Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto
-
Pra Penjualan CBDK Melonjak 309 Persen di Kuartal IV 2025
-
Harga Pangan Nasional Melandai, Cabai Rawit Merah Mahal Jelang Ramadan
-
Harga Emas Naik Pada Akhir Pekan, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket
-
BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun, Perluas Akses Hunian Layak bagi MBR
-
Apa Itu 'Safe House' dalam Kasus Dugaan Korupsi Bea Cukai
-
Apa Itu Free Float? Mengulas Istilah Pasar Saham Wajib Diketahui Investor