Bisnis / Makro
Selasa, 04 April 2023 | 10:55 WIB
Pedagang membersihkan cabai merah di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (6/12). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan bahwa laju inflasi pada saat periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Lebaran kali ini akan tetap terkendali.

“Bank Indonesia meyakini inflasi inti tetap terkendali dalam kisaran 3 plus minus 1 persen pada semester I 2023,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono dalam pernyataan yang dikutip Selasa (4/4/2023).

BI juga optimistis inflasi indeks harga konsumen (IHK) kembali ke dalam sasaran 3 plus minus 1 persen mulai September 2023.

Hal itu dapat terjadi setelah berakhirnya base effect penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tahun lalu.

“Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah dalam pengendalian inflasi, termasuk menyambut periode HBKN,” ucap Erwin.

Kemarin (03/4), Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 0,18 persen (month-to-month/mtm).

Posisi ini tidak berbeda jauh dengan inflasi bulan sebelumnya yang bertengger di level 0,16 persen mtm.

Realisasi inflasi IHK Maret 2023 tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pola histori inflasi periode awal Ramadhan.

Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK secara tahunan turun menjadi 4,97 persen secara tahunan dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 5,47 persen.

Baca Juga: Stasiun Pasar Senen Mulai Ramai Pemudik di Pekan Kedua Ramadan, Ini Alasan Orang Pulang Kampung Lebih Awal

Erwin menilai, perkembangan ini tidak terlepas dari respons kebijakan moneter Bank Indonesia.

“Ini juga tidak terlepas dari sinergi erat pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan pemerintah pusat dan daerah, serta mitra strategis lainnya dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) melalui penguatan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP),” beber Erwin.

Secara rinci, inflasi IHK Maret 2023 dipengaruhi oleh kenaikan inflasi inti yang tercatat sebesar 0,16 persen mtm, meningkat dibandingkan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,13 persen mtm.

Peningkatan terbatas inflasi inti tersebut sejalan dengan kenaikan permintaan yang bersifat gradual di tengah tekanan harga komoditas global yang menurun. Komoditas utama penyumbang inflasi inti adalah komoditas kontrak rumah, upah asisten rumah tangga, dan emas perhiasan.

Load More